oleh

Keluarga Korban Panah Wayer Ancam Tuntut Petugas Lapas

GORONTALO (RadarGorontalo.com) – Dipanahnya salah seorang napi lapas kelas II Gorontalo bernama Acul, memicu protes keras dari keluarga. Bahkan, keluarga mengancam akan melayangkan tuntutan hukum kepada petugas lapas yang dianggap lalai.

Ivan Hasan kakak korban panah wayer, kepada Radar Gorontalo, Kamis (19/5) mengatakan, pihaknya akan menuntut lapas untuk bertanggung jawab atas kejadian yang dialami adiknya di dalam lapas. Menurut Ivan, kejadian itu bukti Lapas tidak steril. “bagaimana mungkin, barang berbahaya bisa disimpan napi. Untung adik saya tidak sampai meninggal,” ujar Ivan yang juga mantan penghuni lapas, sambil membeberkan berbagai kejanggalan dalam Lapas Kelas II Gorontalo itu.

Yang membuat pihak keluarga berang kata Ivan, saat pihaknya meminta penjelasan dari oknum petugas lapas, dirinya justru dibentak. “ini bukan urusan anda,” kata Ivan meniru ucapan oknum petugas. “kami akan layangkan tuntutan hukum kalau perlu,” timpalnya lagi.

Sementara itu Kakanwil Gorontalo Subandrio ketika dikonfirmasi Wartawan RADAR kemarin menjelaskan bahwa dengan adanya kasus ini kita akan tindaklanjuti dan akan membenahi apa yang terjadi dalam Lembaga Pemasyarakatan Gorontalo Kelas II Gorontalo. “Saat ini kita sudah amankan para pelakunya di Mapolda Gorontalo. Dan perlu disampaikan kami selalu mengingatkan kepada pihak petugas Lapas dalam melakukan penjagaan bahkan steril dalam menjalankan tugas dan saat ini tim kami sudah berjalan. Belum tentu ini kesalahan dari petugas, karena bisa saja barang-barang berupa sajam dilempar kedalam Lapas sehingga petugas tidak mengetahui apa yang dilakukan para penghuni Lapas,” tegasnya.

Sementara itu, siang kemarin juga, puluhan massa dari Aliansi Masyarakat Peduli Hukum melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kemenkum dan HAM Provinsi Gorontalo. Mereka mempertanyakan soal kasus yang menimpa napi yang dipanah, termasuk soal lapas yang sudah over kapasitas. (rg-54/rg-62)


Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar