ilustrasi (Anwar/RG)
ilustrasi (Anwar/RG)

RadarGorontalo.com – Pejabat yang akan mengisi jabatan struktural di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru dilingkungan Pemkot Gorontalo, harus benar-benar bersih. Modal Kompetensi dan profesionalisme pun, bisa gugur jika si pejabat punya tunggakan Tuntutan ganti rugi (TGR) yang belum dituntaskan.

Kata Kepala Inspektorat Kota Gorontalo Nuryanto, inventarisasi terhadap ASN yang terkena TGR, masih berjalan dan nanti akan dilaporkan ke Walikota Gorontalo Marten A Taha, sebagai bahan pertimbangan dalam pengisian jabatan.

Langkah yang dilakukan inspektorat tersebut bertujuan, agar kedepannya tidak ada lagi temuan TGR di lingkup Pemerintah Kota Gorontalo. Apalagi Pemerintah Kota Gorontalo menargetkan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dari BPK RI cabang Gorontalo di tahun 2016. “Laporan TGR tentu sangat mempengaruhi pengisian jabatan terhadap ASN, dan ini bisa dijadikan bahan evaluasi kedepan dalam pelaksanaan proyek kegiatan,” terang Nuryanto.

Selain itu Nuryanto akui, bahwa dalam dua hari berturut-turut, yakni sejak Selasa hingga Rabu (23/11), pihaknya telah menggelar sidang majelis pertimbangan (MP-TGR). Atas program proyek anggaran Tahun 2014-2015, yang merupakan hasil temuan BPK RI cabang Gorontalo dan Inspektorat Kota Gorontalo. Yang memekan kerugian anggaran negara sebesar Rp 300 Juta lebih. “Dalam temuan ini ada puluhan ASN dan beberapa pihak ke tiga yang terkait dalam TGR. Dan keputusannya mereka wajib membayar hutang TGR tersebut dalam jangka waktu 24 Bulan, jika tidak maka akan dilanjutkan pada proses hukum,” tegas Nuryanto.(rg-62)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.