oleh

Kepsek : Pin Ketua Kelas, Fit Pendiam

SMKN 1 Gorontalo
SMKN 1 Gorontalo

GORONTALO (RadarGorontalo.com) – Tercatat sebagai pelajar kelas dua SMK Negeri 1 Kota Gorontalo, OH alias Pin, ternyata punya jabatan strategis dikelas tersebut. Jabatan Ketua Kelas dipegang oleh pelajar yang nekat membunuh ayah kandung pacarnya. Sang pacar, AF alias Fit, kesehariannya disekolah selama ini, dikenal pendiam.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Negeri 1 Kota Gorontalo Roni M Rumallang, ketika ditemui wartawan RADAR GORONTALO (09/05)  diruang kerjanya mengatakan, kedua siswa tersebut, memang masih duduk dibangku kelas dua, masing-masing berinisial OH alias Pin dan AF alias Fit, yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap ayah kandung Fit.

Mereka juga kata Roni, dikenal sebagai siswa yang penurut dan tidak memiliki catatan khusus di sekolah. Menariknya lagi, Pin merupakan Ketua Kelas dikelasnya, dan sering terlibat dalam kegiatan sekolah, serta terhitung sebagai siswa yang berprestasi dikelasnya. Sedangkan Fit pacarnya, adalah sosok siswi pendiam yang jarang bergaul dengan teman sekelasnya, bahkan jika ada persoalan yang tidak disukai Fit, sering ia adukan ke pihak Guru BK.

“Keseharian mereka normal, tidak terlihat bahwa mereka berdua siswa yang punya masalah penting, dan mereka berdua tidak ada masalah disekolah, rajin memasukkan tugas kelas,” ujar Roni. Ia juga mengakui, dirinya dan jajaranya disekolah kaget usai mendengar informasi keterlibatan dua siswanya, dalam kasus pembunuhan tersebut. Bahkan untuk memastikan informasi itu, iapun mengunjungi rumah Fit. “Jujur, kami kaget mendengar informasi itu, dan kenapa bisa mereka pelakunya,” terangnya.

Soal hubungan khusus diantara Pin dan Fit, Roni mengaku, itu memang ada benarnya. Dan dari kasus yang melibatkan siswanya itu, pihaknya turut prihatin, dan berharap hal tersebut terulang pada siswa yang lain. “Saya sudah memberikan pengarahan pada siswa dan siswi, agar hal yang melibatkan dua siswa kami, dapat dijadikan sebagai pelajaran. Karena menurut saya, kasus ini bukan hanya mencoreng nama baik SMK Negeri 1 Kota Gorontalo, tapi akan mempengaruhi psikilogi siswa yang lain. Sehingganya, mereka perlu kami berikan masukan yang mendalam,” terangnya. (RG-62)


Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar