oleh

Kerap Dilapor di Bawaslu. Nelson Enjoy Tak Pernah Marah

RGOL. ID. GORONTALO – Menjadi langganan Bawaslu, Nelson Pomalingo terus menghadapinya dengan senyuman.

Baginya hingga ketiga kalinya memenuhi undangan Bawaslu, Selasa (6/10), sosok incumbent ini hanya berasumsi. Bahwa itulah resiko petahana. Karena sudah bekerja maka terlalu seksi untuk terus dilaporkan.

” Saya sudah bekerja. Sudah resiko sebagai petahana begitu. Sekarang sering dilaporkan, karena saya 5 tahun ini terus enjoy dalam bekerja. Karena kalau tidak ada pekerjaan, tentu tidak akan dilaporkan,” Ujar Nelson senyum.

Meski demikian, sosok yang dikenal dengan terobosan gemilangnya ini malah memaafkan semua hal yang terus dilakukan bagi dirinya.

Meski seakan terzhalimi terus menerus, Nelson tetap menganggap semuanya selesai begitu saja. Tak ada dendam, yang ada maaf.
” Saya pun memaafkan semuanya, ” Ujar Nelson singkat.

Nelson sendiri hadir di Bawaslu pada pukul 10 pagi. Ia dilaporkan oleh seseorang atas nama pribadi, yang padahal, orang itu faktanya ada dibarisan kubu lawan. Realitas dalam politik Pilkada pun memang demikian, wajar.

Laporan soal mutasi pun menjadikan Nelson memenuhi panggilan penyidik Bawaslu. Ia dicecar kutang lebih 20 pertanyaan soal dugaan mutasi yang terjadi dilingkungan Dukcapil.

” Saya menegaskan bahwa saya tidak melakukan mutasi, karena pejabat bersangkutan adalah PLH dan PLT. Nah, itu artinya mereka ada jabatan.” Ungkapnya.

” Jadi, yang bersangkutan itu tetap berada dalam tugasnya saat ini, tapi saya beri tugas tambahan. Kalau mutasi itu dipindahtugaskan, ini kan tidak,” Jelas Nelson seperti penjelasannya di Bawaslu.

Yang ada adalah dalam bunyi Pasal 71 itu Mutasi Jabatan, untuk dirinya sudah menjelaskannya dalam sebuah klarifikasi ke Bawaslu bahwa dirinya tidak melakukan mutasi.

Soal izin pun, oleh sosok Profesor ini dijelaskan nya, dimana Pengangkatan PLH dan PLT itu tidak memerlukan izin. Yang izin itu kecuali dimutasi.
” Dan saya sungguh paham soal aturan itu,” ujarnya.

Soal syarat dijelaskan Nelson, bahwa waktu pelaksanaan pengangkatan PLH dan PLT lanjut Nelson, dirinya telah melakukannya sesuai aturan yang berlaku.

“Yang bersangkutan sudah lewat 6 bulan. Jadi, dalam aturannya itu minimal 6 bulan. Bahkan, dengan adanya pandemi covid-19, itu sempat tertunda,” ungkapnya.

Terlepas dari menjelaskan panggilan Bawaslu, Nelson sangat berterima kasih kepada Bawaslu, yang diyakininya dengan integritas lembaga pengawas pemilihan umum ini.

Kepada masyarakat, Nelson mengajak untuk mewujudkan pilkada yang aman dan damai, jangan terbawa opini. (Qn)

Komentar