Penyematan tanda peserta oleh Walikota Gorontalo Marten A Taha, pada peserta Bimtek penerapan sistem penilaian metode IT.
Penyematan tanda peserta oleh Walikota Gorontalo Marten A Taha, pada peserta Bimtek penerapan sistem penilaian metode IT.

Dari Bimtek Penerapan Sistem Penilaian Metode IT 

RadarGorontalo.com – Aplikasi ‘Si Pak Lurah’, adalah nama sementara untuk aplikasi penilaian kinerja lurah se Kota Gorontalo, yang digunakan operator Kota Gorontalo dalam sistem yang ada di Gorontalo Command Center. Pembuatan aplikasi ini Kata Walikota Gorontalo Marten A Taha, merupakan wujud komitmen pemerintahannya bersama Wakil Walikota dr. Charles Budi Doku, dalam rangka mengimplementasikan penerapan E-Government di Kota Gorontalo, yang meliputi lima dimensi yakni perencanaan, kebijakan, kelembagaan, infrastruktur dan aplikasi, dan kelima dimensi ini telah dimiliki Pemerintah Kota.

“Untuk perencanaan, kita sudah memiliki master plan, sedangkan dimensi kebijakan kita sejak awal sudah memasuki Smart City dan E-Government. Kemudian dimensi kelembagaan, saat ini sudah dalam pembahasan di DPDR, yaitu tentang lembaga yang nanti akan menjadi leading sektor pelaksana Smart City dan E-Government tadi, melalui Dinas Kominfo. Untuk infrastruktur, Kota sudah memiliki jaringan kabel fiber optik (FO), yang sudah terkoneksi diseluruh SKPD dan Kecamatan yang didukung oleh peralatan server yang cukup memadai. Dan terakhir dimensi aplikasi, hingga saat ini sudah ada 36 aplikasi dan sejumlah website di masing-masing SKPD telah dibangun, meski untuk mengupdate datanya belum maksimal,” terang Walikota.

Penerapan E-Government ini tambah Walikota, untuk mempermudah pelayanan publik yang diiringi dengan kepastian terhadap sesuatu yang dikerjakan dan akurasi data. Sehingga, juga memudahkan pimpinan, untuk mengambil sebuah kebijakan dari suatu penilaian melalui aplikasi yang ada. Dan Walikota berharap, semua aplikasi yang sudah tergabung agar dapat digunakan, dan terus ter update sesuai kebetuhan aplikasinya dan dapat termonitor di command center. Karena melalui aplikasi di command center tersebut, Walikota ingin melihat ikhtisar APBD, berapa pendapatan dan pengeluaran perhari, bagaimana perkembangan pelayanan kesehatan, proses pelayanan perizinan, perkembangan pendidikan dan melihat data-data SKPD yang ada di Bank Data elektronik Daerah atau Repository. “Dimensi ini sudah kita miliki, dan keinginan untuk menjadi sebuah Kota Cerdas (Smart City), sudah semakin nampak. Tinggal komitmen dan keikhlasan SKPD saja, untuk mau bekerjasama menyahuti perkembangan yang sudah kita capai saat ini,” ungkap Walikota.

Namun dari harapan tadi, Walikota yakin bahwa semua SKPD saat ini mampu dan memiliki strategi, membangun inovasi menuju perubahan yang sedang dijalani daerah dan pemerintah. Dan jika harapan juga cita-cita ini terwujud, maka semua dapat menyaksikan perubahan itu sebagai hasil karya dari Pemerintah Kota, yang berawal dari sebuah komitmen untuk lebih maju. “Gorontalo Command Center (GCC) yang kita bangun, benar-benar menjadi sebuah wadah yang berfungsi untuk merefleksi hasil-hasil karya kita, disamping untuk memperpendek tali kendali dan mempermudah pengawasan segala dalam urusan pemerintah,” jelas Walikota.

Sedangkan khusus penilaian terhadap lurah, semua operator yang dipersiapkan masing-masing Kelurahan dan Kecamatan, akan dilatih mengoperasikan sebuah aplikasi sistem penilaian kinerja lurah. Yang pastinya dalam aplikasi yang mengola kinerja lurah, akan menuntut lurah tersebut bekerja lebih profesional dan terarah, tidak ada lagi lurah yang bisa memanipulasi pekerjaan dan kegiatan di masing-masing kelurahan. Karena semua kegiatan lurah, dapat dipantau dan dinilai melalui sistem tersebut, baik itu kegiatan urusan pemerintah, kewilayahan dan kemasyarakatan. “Dengan sistem ini, hanya bermodalkan smart phone saja, saya bisa melihat kinerja lurah setiap saat. Karena semua indikator penilaian akan terlihat disini, bagaimana lurah membangun kerjasama dengan aparatnya, masyarakat, dan bagaimana lurah menyelesaikan tugas pemerintahan di kelurahan,”ungkap Walikota. Secara rinci Walikota jelaskan, kriteria penilaian terhadap lurah diantaranya, berwarna merah, berarti buruk, kuning bertanda kurang baik, hijau kategori baik dan warna biru lurah yang berkinerja sangat baik. “melalui empat warna ini, saya mudah memberikan punishment atau reward pada lurah dari kinerja mereka,”tukas Walikota.(rg-62)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.