KAMPUS (RGOL.ID) – Universitas Gorontalo (UG) melalui Fakultas Kehutanan kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “Menghadapi Perubahan Iklim dan Pencapaian Target Indonesia’s Forest and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030”, Rabu (15/3) kemarin.

Kuliah umum menghadirkan Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Dr. Ir. Ruandha Agung Soegardiman, M.Sc selaku narasumber.

Tidak hanya diikuti Fakultas Kehutanan, kegiatan yang dilangsungkan di Auditorium UG itu, juga diikuti mahasiswa dari 6 fakultas lainnya di lingkungan UG. Bahkan, ada juga mahasiswa PKL dari Toli-Toli.

Dekan Fakultas Kehutanan UG, Dr. Ir. Daud Sandalayuk, MP menyampaikan ungkapan terima kasih atas kehadiran narasumber untuk berbagi informasi tentang arah dan kebijakan KLHK dalam upaya penanganan isu perubahan iklim.

Dirinya mengatakan, Fakultas Kehutanan Unhas akan terus berkomitmen untuk bersinergi bersama KLHK dalam mendukung berbagai arah kebijakan berkaitan dengan penanganan isu perubahan iklim.

Sementara itu, Rektor UG, Dr. Sofyan Abdullah, SP, MP dalam sambutannya sebelum resmi membuka kegiatan mengucapkan terima kasih kepada pihak KLHK yang telah memilih UG sebagai tempat dilaksanakannya kuliah umum.

“Kami sangat berterima kasih karena UG dipilih Pak Dirjen. Sehingga ini satu penghormatan, karena beliau hadir langsung membawakan materi yang sangat baik, untuk keberlangsungan kita ke depan,” tuturnya.

Menurut Sofyan, kuliah umum kali ini merupakan sesuatu yang spesial, karena terkait lingkungan hidup, keberlangsungan di masa depan.

“Sehingga saat ini kita bisa menyimak dan memahami serta mendiskusikan untuk kemudian kita aplikasikan di lapangan nanti,” ujarnya.

Kuliah umum ini juga menjadi penting, karena dijelaskan Sofyan, berbicara kehutanan, itu merupakan salah satu yang terpenting dalam hal kegiatan FOLU Net Sink 2030.

“Dan di Gorontalo dari total areal kurang lebih 1,2 juta hektare, kawasan hutan itu ada kurang lebih 63 persen. Sehingga tepatlah kalau kegiatan FOLU ini bisa dilaksanakan di Provinsi Gorontalo,” jelasnya.

Dan sebagai perguruan tinggi, kata Sofyan, UG juga turut berkomitmen secara penuh mendukung hal tersebut.

“Kita punya Fakultas Kehutanan akan membantu dengan sepenuh hati untuk mensukseskan kegiatan ini,” ujar Sofyan.

“Ini kita mulai secara perlahan dengan melakukan hal kecil sebagai satu langkah awal. Tidak ada pilihan, kita sudah melihat dan merasakan dampak dari perubahan iklim bagi kehidupan pada berbagai sektor,” sambungnya.

Sementara Dr. Ir. Ruandha Agung Soegardiman, M.Sc dalam pemaparannya menjelaskan, isu perubahan iklim merupakan salah satu ancaman yang perlu mendapatkan perhatian semua elemen masyarakat.

Ia mengatakan, diperlukan pondasi yang kuat terkait perlindungan lingkungan dan iklim.

“Semua pihak, lintas generasi, lintas disiplin maupun lintas sektor untuk secara kolektif ikut memikirkan inovasi dan solusi pada seluruh bidang kehidupan. Perubahan iklim secara umum diakibatkan oleh adanya pemanasan global yang tentunya berdampak pada banyak hal, untuk itu diperlukan mitigasi dan adaptasi,” jelas Ruandha.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta yang berjumlah kurang lebih 300 orang aktif memberikan pertanyaan kepada narasumber.

Hadir pada kesempatan itu, Wakil-wakil rektor, dekan dan kepala lembaga serta kaprodi di lingkungan UG. (RG-56)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.