oleh

Keterbatasan BBM Solar Subsidi, Diduga Turut Melonjaknya Kebutuhan Industri

GORONTALO (RG) – Hingga Rabu (30/3) kemarin, kebutuhan akan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi di provinsi Gorontalo, masih begitu terbatas.

Buktinya, masih banyak kenderaan, yang mayoritas seperti truk, terlihat antri di sejumlah SPBU yang tersebar di provinsi Gorontalo.

Padahal, dari pengakuan para petugas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), pendistribusian solar di SPBU mereka berlaku normal-normal saja. “Biasa, pak! (pendistribusian) solar di kami (SPBU) masih 8 ribu liter per hari,” sahut mereka.

Tak heran, spekulasi pun bermunculan, tak terkecuali di jajaran keanggotaan Deprov, seperti di Komisi II yang membidangi urusan Ekonomi dan Keuangan.

Yang menduga, salah satu penyebab keterbatasan BBM solar saat ini, karena diduga meningkat atau melonjaknya kebutuhan BBM solar di perusahaan-perusahaan industri.

Yang penyebabnya, diduga pula, untuk mengakomodir target produksi di masing-masing jenis industri dan perusahaan ini. Terlebih menjelang bulan suci Ramadhan, yang tinggal beberapa hari.

“Iya, salah satu dugaan kami itu, keterbatasan BBM jenis solar di provinsi Gorontalo ini, karena pemenuhannya turut dibutuhkan oleh kalangan industri, yang diduga mengalami kelonjakan untuk memenuhi target produksi mereka,” sahut anggota Komisi II Deprov, Fadli Hasan dan Nasir Majid, Senin (28/3).

Ditanya akan solusi-nya, mau tidak mau diakui mereka, hal itu harus dikoordinasikan ke Pertamina pusat. Namun dari informasi yang dihimpun Nasir Majid, menyebutkan Pertamina baru bisa melakukan penambahan BBM solar di setiap daerah, kecuali yang solar non subsidi. “Jika permintaan penambahannya yang (solar) subsidi, Pertamina tidak akan mau,” ungkap Nasir Majid. (ayi)


Komentar