oleh

Ketidakpastian Harga Minyak Goreng

BOTU (RG) – Mendekati bulan puasa, yang akan mayoritas dijalani oleh umat muslim di seluruh dunia, khususnya di provinsi Gorontalo pada bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah di tahun 2022 masehi ini, terus diharapkan oleh jajaran Komisi II Deprov, yang membidangi urusan Ekonomi dan Keuangan.

Agar sesegera mungkin turut dibijaksanai oleh pemerintah pusat, sampai ke daerah, terkait pemenuhan kebutuhan barang-barang pokok, berikut kepastian akan penerapan harga-harganya, yang sedapat mungkin dimampui oleh masyarakat banyak.

Karena, Sekertaris Komisi II Deprov, Wasito Somawiyono, menilai, terjadi ketidakpastian harga, yang dilakukan oleh pemerintah, seperti pada kebutuhan minyak goreng, dalam beberapa bulan dan pekan-pekan terakhir ini.

Yang diakui oleh Wasito, tidak saja membingungkan konsumen atau masyarakat pembeli-nya, namun juga di kalangan pedagang.

“Karena, dari hasil monitoring lapangan Komisi II, baik di toko bahan sembako maupun di retail, itu rata-rata mereka (pedagang), tidak memiliki stok bahan untuk dijual.” ungkap Wasito, kemarin.

“Para pedagang saat ini, banyak yang takut dengan ketidakpastian harga. Dimana, di satu sisi pemerintah mengumumkan harga minyak harus turun pada level harga yang di kehendaki pemerintah.

Namun di sisi lain, kenyataan di lapangan, minyak goreng tidak mudah tersedia di sekitar masyarakat. Sehingga para pedagang takut mengambil resiko.” papar politisi dari Partai Golkar ini.

Sehingga, ditambahkannya, saat ini, jika para pedagang berbelanja minyak goreng dengan harga yang relatif tinggi, takutnya saat sudah ada persediaan di toko, ada kebijakan pemerintah, untuk menjualnya dengan harga murah.

“Sehingga para pemilik toko, khawatir rugi. Olehnya, mereka mengambil sikap belum menjual minyak goreng tersebut,” pungkasnya. (ayi)


Komentar