oleh

Ketua OJK RI Beri Kuliah Umum di UMG

Kuliah umum tentang MES yang diselenggarakan UMG. (Foto : hms_ferry)
Kuliah umum tentang MES yang diselenggarakan UMG. (Foto : hms_ferry)

RadarGorontalo.com – Sebuah kehormatan bagi Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMG). Rabu (28/9), kampus pencerahan tersebut kedatangan tamu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI, yakni Ketua OJK RI Muliaman Hadad bersama rombongan.Kedatangan Muliaman dalam rangka menjadi pembicara pada acara kuliah umum yang dilangsungkan di aula LP2M. Mengangkat tema “Gerakan ekonomi syariah dalam pemberdayaan ekonomi umat”, kuliah umum diawali dengan pelantikan pengurus wilayah MES Provinsi Gorontalo periode 1437 – 1440 Hijiriyah atau 2016 hingga 2019. Dibuka oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Dr. Abdul Hamid Isa, M.Pd, dalam sambutannya Abdul Hamid mengatakan kegiatan ini memiliki manfaat yang strategis bagi UMG, dimana ini untuk membangun gerakan ekonomi syariah.

Kalau dilihat Gorontalo dengan masyarakat yang notabenenya mayoritas muslim, maka tentu itu bisa menggerakan untuk pertumbuhan ekonomi. “Cuma memang belum terlihat gerakan ekonomi syariah ini pada pertumbuhan riil dimasyarakat. Nah, tentu dengan kegiatan ini, dapat ditindaklanjuti, seperti halnya kami dari kampus dapat melaksanakan kajian-kajian, sehingga dengan demikian MES masuk dalam lingkup kegiatan kampus,” tutur Abdul Hamid. Sementara dalam materi kuliah umumnya, Ketua OJK RI Muliaman Hadad banyak memberi gambaran rill mengenai gerakan ataupun praktek-praktek ekonomi syariah yang ada dimasyarakat maupun yang kini tengah digalakan pemerintah pusat.

Dikatakannya, berbicara ekonomi syariah, maka ruang lingkupnya bukan hanya membicarakan perbankan syariah. Tapi, juga segala sesuatu, seperti halnya jasa dan makanan yang berlabel syariah atau halal. “Yang lagi trend sekarang adalah wisata syariah, seperti objek wisata syariah dan hotel syariah. Yang jelas perlakuan sesuatu hal yang sejalan dengan ajaran Islam, maka itu dikatakan syariah,” tutur Muliaman. Makanya, lanjut Muliaman, pengelolaan wisata yang terdapat didaerah-daerah, tentu itu harus menjadi perhatian pemerintah, dalam hal ini melakukan sistem ekonomi syariah dalam pelayanannya. Kuliah umum itu diikuti oleh jajaran dosen dan mahasiswa di lingkungan UMG, khususnya Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS). (RG-56)


Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar