Koalisi 3 Partai Untuk Kota dan Gorut

PARA Petinggi Partai Gerindra, PPP, dan PBB saat foto bersama, di kantor DPC PPP, Rabu (21/6)

RadarGorontalo.com – Gerindra, PPP, dan PBB akhirnya menyatakan sikap untuk berkoalisi. Tak cuma di Pilwako tapi juga di Pilbup Gorontalo Utara. Menariknya, koalisi ini belum ada jagoannya. Penjaringan pun akan dibuka, untuk mencari calon pemimpin unggul.

Pernyataan sikap koalisi tiga partai itu, dihadiri pimpinan partai masing-masing, dalam sebuah gelaran buka puasa bersama, Rabu (21/6) kemarin. “Partai itu melahirkan pemimpin, maka lebih banyak koalisi berarti lebih banyak pemimpin yang bertarung,” Nelson Pomalingo yang juga hadir pada acara buka bersama disertai penandatanganan kesepakatan koalisi kemarin. Menurutnya, Koalisi ini merupakan satu wadah bagi siapa saja yang ingin maju dalam Pilkada tahun depan di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara. Nah, koalisi ini adalah ruang yang bagus, apalagi mereka masih membuka diri untuk merangkul partai-partai lain yang ingin bergabung.

Banyak yang mengartikan kalau kehadiran Bupati Gorontalo itu dalam kapasitas sebagai Ketua DPW PPP, tetapi Nelson sendiri belum mau disebut sebagai Ketua DPW.” masih ada satu syarat yang belum dipenuhi. ” katanya.

Menurut Nelson , dia baru sah jadi Ketua kalau sudah dipilih secara resmi di Muswil. Acara buka puasa yang dirangkaikan dengan deklarasi koalisi PPP GERINDRA DAN PBB Itu memang menarik karena untuk Pilwako, namun Nelson sendiri belum terlihat gregetnya. Seperti kata dia , nanti setelah resmi jadi Ketua DPW, barulah dia akan bekerja untuk membesarkan PPP. ” saya bertekad untuk membesarkan partai Islam di Gorontalo,” timpalnya.

Sementara itu, menurut Ketua DPC PPP Kota Gorontalo, Rivai Bukusu, pemimpin itu mencari partai. Maka dengan adanya kendaraan, akan memberi peluang kepada semua tokoh, tidak hanya kader, tetapi juga diluar kader. “Sengaja kami belum buka pendaftaran, karena kami ingin bentuk dulu koalisi, sediakan dulu kendaraannya, baru kita buka pendaftaran. Percuma saja mendaftar kalau kendaraan itu belum jelas,” jelas Rivai.

Koalisi ini, kata Rivai, telah lama digagas, sekitar 3 bulan yang lalu. Namun saking banyaknya pekerjaan masing-masing ketua partai, maka koalisi ini pun ditunda. “Minggu kemarin kita sudah sepakat dan hari ini sudah direncanakan,” terangnya.

Terakhir, ketika ditanyakan soal tidak menerima lagi koalisi partai lain, kata Rivai tentu saja tidak. Karena memang Pilwako ini berbeda dengan kemarin, yang salah satu partai penggusung tidak membutuhkan koalisi, alias punya cukup kursi. Sedangkan di kota, semua harus berkoalisi. “Kami rasa semua partai sama tujuaannya, sehingga peluang masuknya partai lain masih sangat terbuka untuk kami,” pungkasnya. (rg-52/63)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.