Kominfo Kabgor Ajak Netizen Bijak Bermedsos

RGOL.ID, Gorontalo – Pemerintah daerah terus memberikan perhatian serius terhadap warganet untuk beraktivitas dengan baik dalam bermedia sosial. Bahkan dinas pimpinan Haris Tome ini terus melakukan kampanye dalam berbagai kegiatan.

Bersama Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Direktur Layanan APTIKA Pemerintahan, dan perwakilan para Kepala DInas Kab/Kota se Indonesia

Menurutnya dalam melakukan aktivitas kita harus menggambarkan atau memberikan informasi positif di media sosial. Menulis sesuatu di media sosial harus dibatasi oleh karakter atau jumlah kata. “Paling tidak dalam memberikan informasi (status-red) haruslah benar dan tidak bermuatan memprovokasi atau mengajak kelompok terhadap hal-hal negatif.

Oleh karena itu, saya berpesan agar warganet mengunggah setiap konten dengan baik dan bijak, beber alumnus Fakultas Teknik ini. “Secara umum setidaknya kita menulis status sesuai dalam budaya dan kaidah Indonesia”, kata dia lagi seraya membandingkan aktivitas antara dunia nyata dan maya yang sangat jauh berbeda.

Misalnya berinteraksi langsung dengan orang lain dalam memberikan komentar, ada perasaan untuk menjaga ucapan dapat menyinggung. Berbeda halnya dengan di media sosial, kecenderungannya seolah-olah perkataan yang disampaikan menjadi segalanya.

Sesuatu yang tidak diperbolehkan di dunia nyata, tapi menjadi biasa saja di media sosial. “Itu yang harus kita edukasi bahwa posting apapun di dunia maya, itu sama saja kita mengucapkan di dunia nyata. Jadi harus bijak dan arif dalam bermedia sosial.

Jelang Pilkada 2020 ini, Haris berharap apabila bermain di media sosial, buatlah konten-konten yang positif. Juga kalau menerima informasi atau konten kita harus lihat (verifikasi). Jangan langsung forward, retweet dan sebagainya,” pesannya.

Mantan aktivis HMI Cabang Manado ini mengingatkan bahwa kerugian yang dialami ketika meneruskan informasi yang tidak benar atau kontennya negatif kita rugi dua kali, yang pertama kita rugi mendapatkan informasi dan meneruskan informasi yang tidak benar. Yang kedua ruginya kita kena UU ITE, sehingga postinglah hanya yang positif-positif saja, Hartom menegaskan. (RG-31/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.