oleh

Kompolnas RI Yusuf Warsyim, Beri Kuliah Pakar di FIS UMGO

RGOL.ID – Fakultas Ilmu Sosial Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) mengadakan Kuliah Umum dengan mengangkat tema “Fungsi Pengawasan Etika dan Hukum dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia” dengan narasumer Yusuf Warsyim, S.Ag.,MH., selaku Kompolnas RI.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung LPPM UMGO, pada Kamis (16/06/2022). Dan dihadiri langsung oleh Wakil Rektor II Dr. Salahudin Pakaya, Wakil Rektor III UMGO Dr. Apris Ara Tilome, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dr. Muh. Firyal Akbar, Dosen dan Seluruh Mahasiswa dilingkup FIS UMGO.

Dekan FIS UMGO Dr. Firyal Akbar, dalam kegiatan ini sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada narasumber dan panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan kuliah pakar ini.

“Perlu kita ketahui bersama kuliah pakar dengan tema ini sangat urgent karena posisi Pak Yusuf saat ini di Kompolnas sangat menentukan arah kebijakan dalam pemerintahan,”tandasnya, saat memberikan sambutan.

Firyal yang juga mantan Kepala LPPM UMGO berharap, apa yang disampaikan oleh pemateri dapat menjadi bekal dan tambahan ilmu bagi mahasiswa mengingat ilmu ini bukan sekedar untuk mahasiswa yang ada di jurusan hukum tapi untuk semua sebagai masyarakat indonesia.

Yusuf Warsyim, selaku narasumber dalam kegiatan tersebut mengaku senang telah menuntaskan serangkaian kunjungan kerja di Polda Gorontalo dan bisa menyempatkan diri untuk ke kampus UMGO dan berbagi ilmu.

“Alhamdulillah rangkaian kerja di polda telah selesai dan saat ini bisa bersilaturahim dengan umgo dan persyirakatan muhammadiyah di wilayah Gorontalo. Tak hanya sekedar datang tapi saya dimintakan untuk memberikan kuliah pakar tentu ini suatu penghormatan bagi saya dan semoga nanti ilmu yang saya bagikan bisa bermanfaat,”ucapnya.

Narasumber Yusuf juga mengakui terkait tema pada kuliah pakar, sesuai tebakan Wakil Rektor II Dr. Salahudin saat menjadi moderator dimana tema tersebut merupakan disertasi studi S3 nya.

Kemudian dalam materinya ia mengungkapkan, masyarakat itu diatur tidak hanya dengan norma tunggal atau norma hukum.

“Masyarakat itu diatur dengan norma-norma lain diantaranya, norma agama, norma etika dan hukum. Apalagi kita sebagai agama Islam norma agama begitu kuat mengatur kehidupan sehingga sebagian paham terjebak dalam radikalisme karena terpaku dengan norma agama. Untuk itu kita perlu belajar dan paham akan fungsi etika dan hukum dalam bernegara,”ujarnya.(hms)


Komentar