RGOL.ID PEMKOT – 4 Calon Pj Walikota yang diusulkan Dewan Kota, besar kemungkinaN hanya ada dua yang lolos, yakni Ismail Madjid yang sekarang ini menjabat sebAgai Sekda Kota dan Rifli Katili Kadis Kominfo Pemprov.

Kata Pj. Gubernur, ada etika pemerintahan yang tidaK bisa diLanggar, dan ini perintah Mendagri. Pimpinan tertinggi Pratama adalah Sekda dengan eselon 2 A, sementara tingkat Kadis adalah 2 B. Nah kata Ismail PakayA, bayangkan kalau yang terpilih misalnyA Nuriyanto berarti dia akan jadi atasan dari Ismail Majid, etika inilah yang harus dijaga.

Ditanya siapa saja yang akan direkomendasi oleh Pemprov, Pj. Gubernur sebut satu nama dari kalangan perempuan. ” Dari 3 nama yang jadi jatah Pemprov ada nama ibu Sila N Botutihe, Kadis Perikanan. jatah perempuan 30 persen harus terpenuhi ,” kilahnya.

Sementara nama lainya belum disebutkan, yang pasti kata dia sudah ada permintaan dari Kemendagri 3 nama Calon Pj. Walikota, dan terakhir pemasukan usulan tanggal 6 Desember jadi masih ada waktu untuk menentukan nama nama Calon Pj. Walikota.

Ditanya bagaimana dengan semacam gugatan APEKSI di MK khususnya para Walikota yang masa jabatanya berakhir 2024.

Gubernur mengatakan keputusan MK itu mungkin akan turun dibawah tanggal 10 Desember, dan kalau itu dikabulkan, usulan dari daerah akan dibatalkan, tetapi yang membatalkan bukan dari daerah melainkan Kemendagri. Jadi usulan tetap akan dikirim.

Lalu bagaimana dengan Gorut, menurut Pj Gubernur , dari Gorut sudah ada 3 nama, satu dari Gorut, dua mereka minta dari pusat, dan menurut Gub, dia kurang kenal nama itu.

Sementara dari Pemprov ada dua nama, yaitu Oyke Nusi dan Risjon sunge, dua duanya pernah bertugas di sana.

Ada yang menarik mengapa Gorut ambil dua nama dari pusat, apakah daerah itu tak punya kader, nampaknya tidak, ini mungkin hasil loby di pusat, apalagi salah satu dari mereka adalah pejabat dari Kementrian Olah Raga. Ini sudah bisa dibaca kalau ada hubungannya dengan Gokar.

Sementara untuk Marten, memang bisa saja masa jabatannya sampai 2024, apalagi kalau dikaitkan dengan pilpres, bukankah tak ada yang tak mungkin dalam politik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.