oleh

KPK Tetap Buru Aset Pemkot

RGOL.ID, GORONTALO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia ternyata tak main-main soal penyelasain kasus sejumlah aset di Pemkot Gorontalo.

Beberapa bulan lalu ketika berkunjung ke Gorontalo, Tim KPK memberikan batas waktu pada Walikota Gorontalo untuk segera menyelesaikan masalah tersebut. Kalau tak keliru, Pemkot diberi batas waktu sampai Agustus kemarin.

Berkaitan dengan itu, pagi ini Tim KPK kembali mendatangi Pemkot. Pertemuan yang akan dilaksanakan pagi ini antara lain membahas soal langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menyelesaikan masalah aset-aset Pemkot itu.

Inspektorat Kota Gorontalo Nuryanto Ketika dihubungi sore kemarin tak mau berkomentar banyak soal kedatangan KPK, mamun dia tidak menampik kalau ada hubungan dengan penanganan kasus aset-aset Pemkot.

Selain itu, kedatangan KPK erat kaitannya dengan Monitoring Centre for Prevention (MCP). Seperti diketahui, Kota Gorontalo tertinggi di
Indonesia dalam upaya pencegahan korupsi.

KPK memberi nilai 74, tetapi Walikota Gorontalo, Marten Taha tidak puas dengan hasil itu, maka tahun 2020 nanti, Marten menargetkan angka MCP naik menjadi 90.

Ini tentu saja merupakan prestasi luar biasa dari Pemkot Gorontalo yang dipimpin Warten Taha.

Seperti diketahui, sejak dipimpin Marten, Kota ini sudah meraih WTP selama 5 kali berturut-turut, yang tak pernah terjadi selama ini. Dahsyatnya lagi, dalam pengawasan KPK, Kota Gorontalo dinilai bagus lewat MCP. (wal-46)

Komentar