oleh

Lagu ‘Mopehu Potumulo’ Kisah Putra Gorontalo Rantau ke Negeri Orang

RGOL. ID GORONTALO – Mencoba peruntungan ditanah rantau, tak lantas menyurutkan jiwa seni Abd. Karim Akaseh ST. MM atau lebih dikenal dengan Bro AKA dikalangan musisi seniman Gorontalo.

Terbukti sebuah lagu bertajuk ‘MOPEHU POTUMULO’ dirilis bersama 6 lagu lainnya, gambaran kisah hidup seorang Bro AKA dirantau orang, Palu-Sulawesi Tengah.

Mopehu Potumulo, Mama Yilolola, Bukan Kita Pe Mau, dan Sobalaeng menjadi lagu-lagu andalan dalam album Bro. AKA.
Ternyata Bro AKA tak sendiri, beberapa teman karibnya sejak masih remaja, menjadi penyemangat Karim Akaseh yang juga Ketua perhimpunan rumpun Akaseh di Gorontalo dan luar Gorontalo.

Adalah Om Leo atau Bung Leo Pins dan Aba Ato (Ahmad Pakaya) dua sahabat karib yang selalu mensupport Bro AKA dalam kariernya. Peran keduanya pun sangat vital. Om Leo sebagai pencipta lagu terinspirasi dari kisah Bro AKA, dan Aba Ato berada dalam barisan Manajemen, Manajer.

Bisa dikata, persahabatan mereka meski berjauhan, namun mampu menghasilkan karya karya maestro melalui bait lagu. Mereka mampu bertahan ditengah laju jaman akan hadirnya industri lagu lagu yang booming dikalangan remaja, namun tak menyampingkan muatan lokal kedaerahan.

Nyatanya, beberapa lagu dikemas apik dalam bahasa Gorontalo, dan pastinya bisa terterima oleh semua kalangan, tua maupun muda.
” 6 tahun bukanlah perjalanan yg singkat dalam menyelesaikan Album/Lagu Ini,,
Sebuah perjalanan yg sangat menguras waktu, tenaga serta pikiran dlm melahirkan Karya Terbaik ini,,” Tulis Aba ato dalam akun facebooknya.

” Akhirnya Album/Lagu ini dapat terselesaikan,,
Terima Kasih kepada semua pihak yg terlibat dalam proses perekaman dan pengambilan gambar utk Album/Lagu ini baik d gorontalo, Palu dan Jakarta,,
Semoga Lagu ini dapat terterima oleh Masy pencinta lagu daerah gorontalo,,
Aamiin yaa Rabbal Alaamiin,,” Tulis Aba Ato. (*)

Bupati Nelson Pomalingo
” Ilmu, Agama dan Budaya. 3 pilar ini yang terus saya bangun di Kabupaten Gorontalo. Nah, lewat lagu daerah berbahasa Gorontalo, maka ini salah satu cara merawat nilai kebudayaan lokal, bahasa Gorontalo dalam seni musik dan lagu, “

Haris Tome, Ketua MSG Kabgor
” Karya ini adalah karya anak bangsa, putra daerah yang harus terus didorong agar karya-karya berikutnya bisa tumbuh. Dari begitu Gorontalo akan semakin dikenal luas, “

Lukum Diko, Ketua MSG Gorut
” Ini Satu Tanda Membuktikan Bahwa Kita Mampu Berkeasi dalam Musik seperti daerah Lain. Dan ini perlu kita Apresiasi agar Para Musisi Bisa di kenal lebih luas, “

Ismail D’Academy 3
” Lagunya sangat bermakna. Apalagi bahasanya bahasa Gorontalo. Saya sangat berharap Seniman bisa menciptakan karya dengan bahasa bahasa daerah. Bravo Bro Aka, “

Komentar