oleh

Langsung Terbang ke Jeddah

-Gorontalo-149 Pengunjung
ilus : Anwar/RG
ilus : Anwar/RG

Calon Haji Tak Perlu Transit Makassar

GORONTALO (RADAR) – Tak sia-sia upaya Gubernur Rusli Habibie, membenahi wajah transportasi Gorontalo khususnya untuk transportasi udara. Penambahan panjang runway, hingga perbaikan dan pembangunan fasiltias baru terminal Bandara Djalaludin, menghantarkan Gorontalo menjadi embarkasi haji di tahun 2017 mendatang. Ditahun itu, calon jamaah haji atau jamaah umroh tak perlu ke Makassar lagi, tapi bisa langsung terbang ke Jeddah Arab Saudi.

Menurut Kepala Bandara Asri Santoso ST. S. Sit, MT, dengan adanya terminal baru bukan berarti terminal lama akan dibiarkan. Justru, terminal lama akan difungsikan menjadi embarkasi haji. Dari sisi investasi itu sangat bagus. Artinya, kedepan calon jamaah haji tak perlu campur dengan penumpang umum, sehingga kenyamanannya bisa lebih terjamin. “Jadi Tahun ini bisa dikatakan kita gunakan, tidak lagi ke Ujung Pandang tapi langsung dari Gorontalo dan itu harus kerjasama antara Kementerian Agama dan Kementerian Perhubngan.

Dan mengenai terminal baru yang diresmikan tersebut direncankan 2 minggu bisa digunakan, alasannya karena ada penyesuaian dalam hal ini kita menyediakan fitur-fitur berupa server kemudian network-networknya. “Jadi untuk aplikasi maskapai untuk pindah ke terminal baru butuh waktu, yang pertama pihak Maskapai membutuhkan waktu untuk menginstal IT yang akan dikoordinasi dengan IT kita. Kedua mebeler dan ketiga personil. Sehingga dengan aplikasi yang mereka miliki dan prosedur dibandara yang baru butuh familistation. Jadi estimasi kita sebulan, tapi kita harapakan paling cepat lebih baik,” tegas mantan Kepala Bandara Merauke.

Hal senada pun diungkapkan Rom Kono Aleg DPR RI asal Gorontalo. Dijelaskannya, sesuai dengan ungkapan Menhub, terminal satu itu akan dijadikan sebagai terminal embarkasi haji. “Menurut saya, ini adlaah suatu kemudahan bagi kita, nanti untuk selanjutnya dalam aktivitas tersebut pihak bandara dan pemerintah daerah yang akan melakukannya,”jelasnya.

Sementara itu dikutip dari www.industri.bisnis.com, kata Hemi Pamuraharjo Kapuskom Kemenhub, secara teknis pengembangan Bandara Djalaludin yang menelan anggaran Rp184 miliar sejak 2013 itu, memiliki luas parkir pesawat yang mampu menampung tiga unit pesawat sejenis B737-800 dan dua unit sejenis ATR, dari sebelumnya hanya dua unit pesawat sejenis B373-800 dan satu unit sejenis ATR.

Kemudian, kapasitas terminal bandara kini mampu menampung 2.500 penumpang dari sebelumnya hanya 250 penumpang. Adapun, panjang landasan pacu Djalaludin saat ini berukuran 2.500×45 meter. Terminal lama yang dijadikan embarkasi haji bersifat reguler, bisa menampung 250 jamaah.

Selain pembangunan terminal baru, lanjutnya, area parkir kendaraan juga diperluas dari semula hanya seluas 3.902 meter persegi untuk 150 mobil, menjadi 46.411 meter persegi untuk 1.000 mobil. Hemi mengungkapkan Djalaluddin resmi menjadi bandara kelas I pada 2014 yang lalu. “Pengembangan Djalaludin ini juga sesuai dengan Nawacita pemerintahan Presiden Joko Widodo, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa,” tuturnya.

Hingga saat ini, maskapai yang sudah beroperasi di Djalaludin antara lain PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA), Lion Air, Sriwijaya Air, Batik Air, Wings Air dan Aviastar dengan rata-rata penerbangan sebanyak 20 pergerakan per hari. (rg-54)


Komentar