Ilustrasi : Anwar/RG
Ilustrasi : Anwar/RG

GORONTALO (RadarGorontalo.com) – Penyerangan terhadap aparat oleh napi di Lapas Gorontalo yang terjadi baru-baru ini, sedikit mirip dengan apa yang pernah terjadi di penjara Alcatraz  pada tahun 1946. Seorang napi  bernama Bernard Coy sempat menyerang sipir. Bernard Coy memang tidak sendiri. Dibantu lima orang kawannya, dia berusaha untuk bisa lari dari penjara yang terletak di tengah teluk San Francisco itu. Upaya itu sempat gagal. Tapi berkat aksi itu menjadi bagian Kawanan penjahat yang telah merencanakan penyanderaan sebagai upaya untuk keluar menuju perahu motor yang ada di luar penjara yang terletak di tengah teluk San Fransisco.

Sekitar 15 jam lamanya, suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gorontalo mencekam. Bahkan narapidana sempat menguasai tempat itu. Upaya pihak kepolisian untuk menjemput EN alias Ed yang diduga pelaku penikaman terhadap anggota Polri, Bripda Kurniawan Noho, mendapat perlawanan dari narapidana dengan batu dan bom molotov.

Pantauan dilapangan, pasca penikaman yang terjadi sekitar pukul 18. 30 Wita Selasa (01/06), polisi berniat menjemput Ed untuk dilakukan pemeriksaan. Niat tersebut mendapat perlawanan dari para napi. Aparat bersenjata lengkap disambut dengan lemparan batu dan bom molotof. Seketika teriakan narapidana terdengar dari dalam Lapas, dan terus melempari petugas dengan batu. Sehingganya Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Drs Hengkie Kaluara, memerintahkan personilnya untuk mengamankan Lapas. Dibantu ratusan personil gabungan dari Polres Gorontalo Kota, Polres Gorontalo, Polres Bone Bolang dan Brimob, terus berupaya mengamankan setiap sudut Lapas. Bahkan pukul 02.00 Wita dini hari, narapidana sempat memadamkan listrik, dan melemparkan bom motolov ke arah polisi. Lemparan bom molotov itu, nyaris membuat bangunan klinik kesehatan terbakar.

Kondisi yang makin tak kondusif, membuat aparat harus menembakkan gas air mata dan peringatan. Ini tak membuat napi mundur. Hingga pukul 09.00 wita kemarin, narapidana masih terus melempari aparat kepolisian dengan batu dan bom molotov. Tak hanya itu, panah wayer sempat ditembakkan ke arah aparat yang berupaya mengamankan situasi. Upaya mediasi beberapa kali dilakukan, namun gagal. Sekitar pukul 10.00 wita, Kemenkumham dan Lapas kembali melakukan mediasi, dan ini berjalan sukses. Ed, yang diduga pelaku penikaman anggota Polri, diamankan. Proses penjemputan tersangka, nyaris ricuh kembali, lantaran napi masih berusaha menghalangi aparat yang akan menjemput Ed. Setelah berhasil mengamankan tersangka, Ed langsung dibawa ke Mapolda Gorontalo menggunakan mobil barakuda dan pengamanan ketat.

Baca Juga : Lapas Gorontalo Rawan Rusuh

Waka Polda Gorontalo Kombes Pol Try Maryanto menjelaskan, kejadian ini bermula saat sejumlah aparat Polda Gorontalo dan Polres jajaran diturunkan untuk melakukan pengamanan. Namun kata Ty Mayanto. kehadiran aparat keamanan, disambut dengan amukan dari napi dan tahanan, yang melempari petugas dengan batu dan bom molotov. “Untuk mengamankan Lapas, dan mencegah narapidana melarikan diri, kami menurunkan 400 personil, gabungan dari intel, sabhara, buser dan brimob,” katanya. Sementara itu, Kakanwil Kemenkum dan HAM Gorontalo Agus Subadrio memastikan, tidak ada napi atau tahanan yang terluka. Hanya saja, tersangka pelaku penikaman, telah diamankan di sel tahanan Polda Gorontalo. “Hanya kasur di Klinik Kesehatan yang nyaris terbakar, kami bersyukur kondisi saat ini sudah mulai kondusif dan aman,”jelasnya. (RG-60/RG62)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.