Lima Budaya Gorontalo Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya

Gubernur Gorontalo saat menerima penghargaan dari Kemendikbud RI, di Gedung Kesenian Jakarta

RadarGorontalo.com – Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan menetapkan lima budaya Gorontalo sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Pemberian penghargaan tersebut dihadiri langsungoleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, yang berlangsung di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu (4/10). Kelima budaya Gorontalo tersebut yakni Paiya Lohungo Lopoli, Tuja’i, Wunungo, Tidi Lopolopalo dan Palebohu. Karya para leluhur itu menjadi lima dari 150 karya budaya yang ditetapkan sebagai WBTB se-Indonesia. Usai menerima penghargaan, Gubernur mengatakan rasa syukur dan bahagia karena Gorontalo berhasil mempertahankan apa yang menjadi warisan budaya Gorontalo dari masa ke masa. “Alhamdulillah Gorontalo mendapatkan penghargaan yang sangat luar biasa dan ini menurut saya sangat penting. Ini langkah yang maju yang dilakukan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan agar budaya-budaya kita itu harus kita hargai dan dilestarikan,” kata Rusli.

Untuk itu, Rusli berharap dengan adanya penghargaan warisan budaya oleh UNESCO bisa mencegah klaim dari bangsa asing. Peristiwa yang pernah terjadi beberapa tahun yang lalu saat banyak budaya budaya Indonesia seperti pakaian, bahasa, tarian, lagu lagu daerah yang di klaim sebagai budaya dari negara tetangga. “Inilah yang paling berbahaya, jangan sampai nanti sudah kejadian kita mulai ribut, tapi kita tak pernah menghargai. Nah, dengan adanya penghargaan ini, Alhamdulillah menjadikan satu langkah maju, dimana diberikan penghargaan agar dunia tahu, inilah sebagai ragam budaya asli kita yang ada di Indonesia,” lanjut Gubernur.

Ia menambahkan akan terus melakukan berbagai cara dan usaha bersama pemerintah Provinsi Gorontalo agar budaya di Gorontalo dapat terus dilestarikan. Merawat budaya menurutnya bisa dilakukan melalui jalur keluarga, sekolah serta yang terutama ada pada regenerasi pelaku budaya. “Contohnya sosialisasi di sekolah sekolah untuk memperkenalkan yang menjadi ciri khas Gorontao. Saya takutnya yang saya liat budaya atau adat adat yang ada di Gorontalo ini sudah cukup tua, nah ini kalau tidak ada regenerasi lama lama akan punah, itu yang harus kita cegah,” tutupnya. WBTB yang ditetapkan adalah Budaya Tak Benda yang ada di wilayah Indonesia sesuai dengan Konvensi UNESCO Tahun 2003, yakni tradisi lisan dan ekspresi, termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya tak benda, Seni pertunjukan, adat istiadat masyarakat, situs dan perayaan-perayaan, pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta, kemahiran kerajinan tradisional. (RG-25)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.