Listrik Mati Urusan PLN, Bukan Salah Gubernur

ilustrasi (Anwart/RG)

RadarGorontalo.com – Selama ini jika ada persoalan listrik, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie selalu jadi sasaran kemarahan warga. Padahal, urusan Gubernur terkait listrik sebetulnya sudah selesai dengan terbangunya PLTG Paguat. Sejak dari melobi anggaran di pusat hingga mempermudah segala yang diperlukan terkait perijinan, telah Rusli tunaikkan namun tetap saja Gubernur jadi sasaran jika terjadi pemadaman.

Sekarang, listrik sudah surplus daya, artinya janji Rusli sudah ditepati. Kendati surplus, tapi pemadaman mendadak masih saja terjadi. Kemarin sekitar 7 jam, listrik padam. Ironisnya, tak cuma ikut menjadi sasaran kemarahan warga yang disampaikan via pesan singkat, gubernur bahkan menjadi tameng bagi PLN. Padahal, urusan teknis hingga padam atau tidaknya listrik, itu urusan PLN bukan Gubernur.

Surplus daya listrik, sejatinya sudah berlangsung sejak terbangunnya PLTG Paguat. Sejak pembangkit itu mulai beroperasi, Gorontalo mulai diserbu investor. Salah satunya bisnis ritel, yang kian menjamur. Tidak ada lagi penolakan terhadap investor yang masuk, karena energi listrik cukup untuk mereka. Kendati Rusli, harus pasang badan dan rela dicaci gara-gara listrik, tapi janjinya untuk mengatasi defisit listrik, sudah ditunaikan.

Pohon tumbang, tanah longsor dan faktor alam lainnya, masih menjadi penyebab klasik pemadaman listrik mendadak. Bahkan, pemadaman hampir 7 jam yang terjadi kemarin, belum diketahui penyebabnya apa. Lucunya, apapun kerusakan akibat pemadaman itu, PLN tidak mau menanggungnya. Tidak ada kompensasi apapun, dari perusahaan BUMN ini untuk pelanggannya. Lain cerita, jika itu menyangkut tunggakan iuran listrik, PLN terdepan dalam bertindak.

Tapi walaupun demikian, Gubernur Rusli Habibie tetap peduli dengan lansung menghubungi Dirut PLN untuk menanyakan perihal terjadinya pemadaman listrik. Karena sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, seorang gubernur tidak boleh pura-pura tidak tahu apalagi sampai tidak peduli dengan persoalan yang terjadi di daerahnya. Karena tipikal masyarakat, tidak mau tahu apa yang terjadi, alasannya apa, siapa yang bertanggungjawab. Pokoknya kalau listrik mati, sms gubernur.

Upaya mendapatkan konfirmasi dari PLN tidak membuahkan hasil. Salah satu pejabat yang sempat aktif nomornya, ogah memberikan keterangan dengan alasan dirinya bukan humas. Sementara itu, dikutip dari fanpage PLN Wilayah Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo, pemadaman total kemarin terjadi sekitar pukul 12.18 Wita. “pukul 13.15 WITA black start berhasil dilakukan dari LMVPP Amurang, penormalan tersebut dilakukan secara bertahap sesuai dengan SOP.

Saat ini sudah ada 32 penyulang dan 10 Gardu Induk yang sudah bertegangan di sistem Minahasa sedangkan Gorontalo masih beroperasi terpisah dari sistem minahasa- Kotamobagu,”. (rg-50)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.