oleh

Listrik Tak Cuma Aman, Tapi Surplus

Tinjau PLTG Paguat, Presiden Joko Widodo berbincang dengan Gubernur Rusli Habibie. Ikut juga, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut PLN Sofyan Basyir. (Foto : Ronal Rampi/RG)
Tinjau PLTG Paguat, Presiden Joko Widodo berbincang dengan Gubernur Rusli Habibie. Ikut juga, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut PLN Sofyan Basyir. (Foto : Ronal Rampi/RG)

GORONTALO (RadarGorontalo.com) – Hujatan, protes hingga harus mengemis di pemerintah pusat, terbayar sudah. Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, membuktikan janjinya untuk menyelesaikan persoalan listrik di Gorontalo sebelum masa jabatannya berakhir. Tak hanya itu, listrik Gorontalo yang tadinya defisit hingga 85 mega watt, kini surplus 45 mega watt. Itu baru PLTG Paguat, belum ditambah dengan PLTU Anggrek dan PLTU Tomilito yang kini dalam pengerjaan. Artinya, perjuangan Rusli tak hanya bermanfaat untuk Gorontalo, tapi juga untuk masyarakat provinsi lainnya.

“Inilah hasil yang sering saya ganggu sama pak Dirut, terkadang saya tanpa sepengetahuan pak Dirut, saya sudah di kantor beliau. Ini tentu sejarah karena yang pertama selesai di pemerintahan Pak Jokowi, adalah PLTG Paguat ini,” kata gubernur Rusli Habibie, mengawali sambutannya pada peresmian PLTG Paguat, dihadapan Presiden Jokowi, Jumat (3/6) . Kemudian Rusli menceritakan perjuangannya melobi pembangunan PLTG tersebut, kepada Presiden Jokowi. Tentu bukan perkara mudah, karena menurut Rusli, setiap pertemuan Presiden dengan para gubernur dan bupati/walikota, curhatan para kepala daerah pasti persoalan listrik, listrik dan listrik. “Hampir seluruh provinsi setiap ada pertemuan di pusat keluhkan listrik. Namun ketika pertemuan di Istana Bogor, saya memberanikan diri sms pak Jokowi, dan Alhamdulillah pak Jokowi realisasikan,” ungkap Rusli menceritakan.

Sementara itu, Presiden Jokowi mengakui bahwa hampir seluruh daerah keluhannya sama adalah listrik. “itu terus keluhannya. Sehingga listrik ini kita kejar, tapi harus bagi-bagi tugas antara pusat dan daerah minimal pembebasan lahan,” kata Jokowi. Jokowi bangga pembangunan PLTG di Gorontalo adalah yang paling cepat hanya 7 bulan. “kelebihan 45 mega watt, maka sudah 3 provinsi aman, yang lain nanti,” ucap Jokowi. Jokowi juga menjelaskan pembangunan pembangkit listrik bertenaga gas ini memang cepat. “Kalau batubara lama, bisa 4 tahun,” tambahnya.

Kini Gorontalo surplus listrik pasti akan banyak investor yang datang, ada hotel yang akan dibangun di Gorontalo, tapi kalau tidak ada listrik pasti pindah ke daerah lain, bahkan bisa ke negara lain,” ungkap Jokowi mencontohkan. “Dan paling penting adalah anak-anak kita belajar, dan juga untuk pertumbuhan UKM tentu sangat butuh listrik,” kata Jokowi. Sehingga itu, Jokowi dengan tegas PLTU Anggrek, di Gorontalo Utara harus segera diselesaikan. “PLTU itu harus dirampungkan, dirutnya harus kerja tuntas dan akhir 2017 selesai,” perintah Jokowi. (rg-50)


Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar