oleh

Lukum Tagih Janji Politik Bupati, Soal Penanganan Banjir di Ilangata dan Tolango

-Gorontalo Utara-259 Pengunjung

GORUT (RGOL.ID) – Beberapa wilayah di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) mulai dari Kecamatan Atinggola hingga Tolinggula masuk kategori rawan bencana banjir. Bahkan, awal tahun ini, ada beberapa desa di daerah itu dihantam bencana banjir.

Seperti halnya dua desa di Kecamatan Anggrek, yakni Desa Ilangata dan Desa Tolango. Sebagaimana disuarakan Anggota Legislatif (Aleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara (Gorut), Lukum Diko, saat rapat paripurna tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Gorut tahun anggaran 2020, belum lama ini.

Ia mengungkapkan, setiap kali datangnya hujan, apalagi dengan intensitas waktu yang lama dan curah hujan tingi, kedua desa pasti terendam banjir. “Sehingga sungai di kedua desa itu, fungsinya seakan tidak ada lagi, karena kalau sudah banjir, maka air sungai sudah menyatu dengan banjir yang merendam rumah-rumah warga,” ungkap Lukum.

Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Gorut ini mengaku aspirasi tersebut sudah berulang kali disampaikan dan sudah diketahui bupati. “Mereka (masyarakat) khawatir hingga berakhirnya masa jabatan Pak Bupati, janji kampanye untuk menangani persoalan banjir ini dalam hal normalisasi sungai tidak terealisasi,” ujarnya.

Ia menyebut, ada catatan menarik terhadap penanganan banjir di kedua desa tersebut. Kata Lukum, meski pihak DPRD telah memberikan perhatian khusus terhadap kedua sungai di kedua desa tersebut melalui pokok-pokok pikiran. “Anggaran kami sudah perjuangkan di kedua sungai itu, tapi ada kendala yang sangat mendasar di kedua sungai itu adalah kawasan mangrove. Ini tidak pernah diperhatikan pemerintah daerah.

Padahal, kami sudah sampaikan jauh-jauh hari sebelumnya. Tolong diselesaikan permasalahan mangrove yang ada di Desa Tolango dan Desa Ilangata,” pinta Lukum dengan tegas. Begitu juga anggaran bantuan tahun ini dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) II senilai Rp 900 juta terhadap penanganan sungai di Desa Ilangata. Karena masih terkendala mangrove, lagi-lagi itu tidak bisa dilaksanakan.

“Bahkan, dana PEN pun kami arahkan untuk bisa menormalisasi sungai yang ada di Desa Tolango, ini lagi-lagi mendapat kendala terkait permasalahan yang ada, yaitu masalah mangrove. Makanya, hal ini patut mendapat perhatian pemerintah daerah,” tandasnya. (RG-56)


Komentar