oleh

Mahasiswa KKD UMGO, Sulap Selokan Sampah Kumuh Jadi Kolam Ikan

-Pendidikan-742 Pengunjung

KAMPUS (RGOL.ID) – Setelah melaksanakan monitoring dan evaluasi Kuliah Kerja Dakwah (KKD) angkatan ke XVII di Desa Molowahu dan Desa Biyonga, kabupaten Gorontalo, kali ini pimpinan Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go) mengarahkan kunjungannya ke kabupaten Bone Bolango. Di Bone Bolango, Rektor UM-Go didampingi wakil rektor, para dekan dan rombongan memonitoring kegiatan mahasiswa KKD di Desa Huntu Selatan (Hunsel).

Di desa ini, mahasiswa KKD UM-Go menuai pujian yang luar biasa. Betapa tidak, saluran air yang biasa dijadikan pembuangan sampah di lokasi wisata desa Huntu Selatan, kini disulap menjadi kolam ikan. “Hebat, kalian mahasiswa KKD UM-Go angkatan 17 benar-benar berkarya mewujudkan visi membangun citra menuju unggul dan berkemajuan,” ungkap Rektor UM-Go, Prof. Abd. Kadim Masaong, M.Pd disela-sela kunjungannya.

FOTO bersama pimpinan Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UM-Go) dan Ketua TP.PKK Bone Bolango, Hj. Lolly Junus yang hadir pada peresmian kolam ikan hasil karya mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) angkatan ke XVII, di desa Huntu Selatan (Hunsel).

Menariknya lagi, peresmian kolam ini dihadiri langsung oleh Ketua TP.PKK Bone Bolango, Hj. Lolly Junus yang juga anggota Komisi III, DPRD Provinsi Gorontalo. Dalam kesempatan ini, istri bupati itu bahkan menyempatkan waktunya duduk berbincang bersama mahasiswa sambil menunggu buka puasa di lokasi wisata sawah. “Saya sangat mensupport giat mahasiswa dalam mengelola wisata, khususnya di desa Hunsel ini. Sebab, di masa pendemi, upaya ini sangat penting untuk menambah dana desa kita,” terangnya.

Pengelolaan potensi wisata yang terus dilakukan, kata Lolly, akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. “Kami Komisi III, hanya bisa mengintervensi anggaran berdasarkan masukan masyarakat melalui APBD Provinsi Gorontalo. Dan perlu diketahui, desa Hunsel merupakan salah satu desa penyumbang pendapatan anggaran desa tersebesar selama 3 bulan pada tahun 2020, yakni Rp. 73 juta,” tambahnya.

Sesuai pantauan awak media, kolam ini diberi nama objek wisata Aquakultur Hunsel. Dan untuk tahap awal, mahasiswa KKD menabur benih ikan emas dan nila sejumlah 2021 ekor, yang menandai kolam ikan ini dirintis pada April tahun 2021.

Selain itu, mahasiswa KKD juga membuat teknologi tepat guna untuk memanfaatkan sampah yang dibuang oleh masyarakat pada saluran ini sebagai bahan baku paving block, sehingga bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi desa Hunsel. Alat pencetakan paving block ini diserahkan langsung oleh mahasiswa kepada pemerintah desa.

Dalam sambutan rektor dimonitoring dan evaluasi mahasiswa KKD sebelumnya, dijelaskan bahwa tujuan daripada KKD ini tidak lain adalah menerapkan ilmu yang didapatkan di bangku kuliah kepada masyarakat. Selain itu, mahasiswa dituntut untuk bisa mengajak masyarakat bergotong royong dan saling kerjasama dalam membangun desa.

“Yang paling penting dalam KKD itu sebenarnya adalah berdakwah dengan menyampaikan program-program yang memiliki nilai untuk masyarakat. Jadi, kita data dulu kegiatan fisik dan non fiksi itu apa saja, lalu kita hitung volumenya. Kemudian biaya yang dikeluarkan untuk tercapainya program tersebut, agar kita bisa mengetahui sejauh mana bantuan kampus UM-Go melalui KKD terhadap pembangunan masyarakat di desa,” papar rektor.

Terakhir, rektor meminta kepada mahasiswanya untuk tidak lupa menjaring calon mahasiswa baru (maba) yang ada di desa-desa tempat pengabdian, untuk masuk ke UM-Go dengan berbagai cara, agar mereka tertarik dan ingin masuk ke kampus pencerahan ini. (rg-63)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.