oleh

Marten-Nelson Sudah Saling Ihklas

-Politik-469 Pengunjung

Gorontalo (RGOL) – Ini kabar melegakan, diam-diam ternyata Nelson Pomalingo dan Marten Taha sudah intens ketemu satu sampai dua kali dalam sebulan. Begitu bocoran yang disampaikan orang-orang dekat mereka. Ditanya apa saja yang dibicarakan Bupati dan Walikota itu dalam setiap pertemuan, baik pihak Marten naupun Nelson mengatakan banyak hal yang dibicarakan, dan mereka kurang paham apa makna dari setiap pertemuan dua politisi itu.

Menjawab pertanyaan soal siapa saja yang hadir pada setiap pertemuan, orang-orang paling dekat dengan Bupati dan Walikota ini mengatakan tak ada orang lain. “bo torang-torang, tidak ada politisi,” kata sumber tadi, dan mereka hanya mendengar dari kejauhan. Hanya saja dari cerita orang-orang dekat ini, sepertinya bos-bos mereka ini akan saling ihklas jika nanti berpasangan di Pilgub.

Dan ini mematahkan pertanyaan banyak kalangan soal siapa papan satu dan siapa papan dua, karena demi Gorontalo mereka akan mengesampingkan egoisme masing-masing. Model berpasangan dua tokoh ini memang sangat berbeda, bila di sepak bola mereka ini adalah striker kembar, tak ada istilah papan satu dan papan dua, keduanya akan membagi tugas.

Bukan seperti sapi penarik gerobak, yang satu miring ke kiri dan yang satu miring ke kanan. Wakil Ketua Deprov, dari PPP, Awaludin Pauweni menyambut baik kabar pertemuan tersebur. “kalau sudah mulai ada pertemuan itu sangat bagus, dan memang persiapan harus dimulai sejak sekarang,” katanya.

Memang dua tokoh ini sangat bagus kalau bisa berpasangan, mereka bukan politisi biasa. Kabar tentang pertemuan itu juga disambut gembira oleh Ketua DPC PPP Kota, Rivai Bukusu. Wakil Ketua Dekot ini sebenarnya sudah pernah mendengar adanya pertemuan diantara dua tokoh itu, namun yang membuatnya gembira adalah sudah adanya saling ikhlas diantara mereka.

Itu artinya jalan menuju Pilgub sudah terbuka lebar. “bagus sekali kalau sudah ada pertemuan diantara Kak Marten dan Kak Nelson, setidaknya mereka tak terhalang lagi dengan papan satu atau papan dua,” kata Ayi. (awal)


Komentar