oleh

Meity Adam, Sosok Guru Teladan dari Gorontalo Utara

RGOL.ID, GORONTALO – Pandemi Covid-19 ini berdampak luas bagi semua kalangan. Tak terkecuali di dunia pendidikan.

Apalagi, keputusan pemerintah memindahkan proses belajar dari sekolah ke rumah mengharuskan semua pengambil kebijakan di dunia pendidikan harus menyusun strategi pendekatan penyelenggaraan pembelajaran harus tepat sasaran.

Tidak hanya dari pengambil kebijakan, para pendidik selaku pelaksana program di lapangan pun dituntut harus berkreasi dalam memberikan pelayanan.

Seperti Meity Adam, salah seorang guru di SDN 8 Kwandang. Dirinya rela berpanas-panasan berjalan kaki demi menjalankan tugas pokok sebagai pendidik.

Ia berjalan kaki ke tempatnya mengajar yaitu di salah satu kelompok belajar terpumpun.

Menariknya, untuk pergi ke tempatnya mengajar tersebut, Meity harus membawa sebuah papan tulis berukuran 1×1 meter yang hanya digantungkan pada pundaknya.

Kepala Dinas Pendidikan Gorut, Irwan A. Usman mengaku bangga dengan sosok guru di Gorontalo Utara, seperti Meity Adam. Meski memang masih banyak juga guru di Gorontalo Utara yang teladan dan berkontribusi nyata terhadap dunia pendidikan.

“Saya kenal orangnya dan memang sosok guru ini salah satu guru yang mempunyai talenta dan semangat juang yang tinggi. Saya juga dulunya seorang guru yang mengajar di sekolah sama seperti mereka,” imbuhnya

Oleh karena itu, Irwan mengatakan dirinya sangat paham isi hati dan perasaan para guru kepada anak didiknya terlebih di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Untuk itu saya sangat berterima kasih kepada beliau dan semua tenaga pendidik se-Gorontalo Utara atas keikhlasan dan semangat juang dalam kondisi apapun,” ucap Irwan.

Menurutnya, “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” memang bukan hanya sekedar ungkapan. Karena gelar ini memang pantas disematkan kepada siapa saja yang berprofesi guru dan berada digarda terdepan dalam mencerdaskan anak-anak bangsa.

“Namun kembali saya ingatkan kepada semua pemangku kepentingan di lingkup Dinas Pendidikan dan guru se- Gorontalo Utara bahwa capaian pembelajaran yang kita inginkan berkualitas itu tujuan utama dari pelaksanaan sebuah pembelajaran,” tegasnya.

Akan tetapi, Irwan mengatakan, keselamatan dan kesehatan para guru dan anak-anak didik merupakan poin penting dalam pengambilan kebijakan pembelajaran.

“Olehnya saya memperketat protokol kesehatan agar kita semua terhindar dari yang kita tidak inginkan,” tandas Irwan. (disdikgorut/ind-56)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.