oleh

Memory Unsrat 80’s Dikenang Prof. Nelson dkk Bersama Ibu Moko

-rgol.id-514 Pengunjung

RGOL. ID. GORONTALO – Rumah bercat putih diaera Bahu itu kini sudah berubah bentuk. Kata Bupati Nelson, dulu, disini ada lorong ke atas. Dirinya cukup lama tinggal disitu saat masih mengenyam bangku kuliah di Universitas Sam Ratulangi Manado.

Bergeser dari tempat itu, anak muda yang kini bergelar Prof. DR itu pun berjalan kearah lorong bawah.

Disini dirinya pun bertemu dengan Ibu Moko, penjual makanan ala mahasiswa yang sampai saat ini sehat walafiat itu tampak senang dijumpai para mahasiswa Gorontalo Unsrat.

Ada pula satu rumah yang menjadi saksi sejarah, sosok bertubuh kecil ini membuktikan kecerdasannya hingga kini menjadi Bupati.

Rumah putih, saksi sejarah Prof. Nelson berstatus S1 sarjana pertanian Unsrat Manado.

” Semuanya sudah berubah. Mungkin tinggal bentuk konsen pintu dan jendela itu yang lama. Lainnya sudah direnovasi. ” Dulu distu ada bangku, kita sering berdiskusi disitu, membahas dinamika kampus dan daerah. Ngopi sambil bercerita itu enak, ” Kenang Nelson dan beberapa rekannya kala itu.

Dengan mengitari sejumlah lorong yang juga menjadi tempat rekannya Ngekost. Beberapa warung untuk membeli mie instan atau hal lainnya juga masih tetap ada. namun sebagian besar sudah berubah bentuk hingga warna.

Masuk sebagai mahasiswa di Fakultas Pertanian Unsrat ditahun 80an, Bupati Nelson dan beberapa rekannya semasa kuliah, hari itu, Jumat pagi, (11/4) mencoba mengulik kembali memory mereka saat masih berstatus mahasiswa.

Hari itu pun, bersama puluhan alumni unsrat mereka berbagi cerita. Moment sejarah yang kemudian mencetak mereka yang kini sebagai pejabat didaerah masing-masing itu juga tak lupa untuk sholat jumat di Mesjid kampus, mesjid bersejarah, pusat kegiatan mahasiswa dan dosen muslim bersama mereka alumni unsrat Manado.

Kata pengurus mesjid yang juga pejabat rektorat kampus, banyak yang tidak berubah dari bangunan ini mesjid. ” Pak Nelson setiap di Manado jika Jumatan sering disini. Tehelnya belum berubah pak. Masih seperti yang dulu.” Kata Ia.

” Mungkin pak Bupati betah sholat disini, perkiraan saya karena warnanya dominan hijau. Entah kebetulan atau apa, tapi mungkin persoalan warna inilah yang membuat pak Bupati betah dan sering kesini, ” Ujarnya yang disambut senyum para jamaah.

Kini kampus itu sangat megah. Di tahun mereka kuliah, bangunannya belum terlalu banyak.

Alumni Unsrat tahun 80an saat berada didepan gedung Rektorat Unsrat Manado

Banyak orang hebat, lahir di kampus itu, kenang mereka. Apapun bentuknya Unsrat, dari sanalah mereka mengawali karier untuk sebuah gelar perguruan tinggi, baik pasca sarjana, magister, atau menjadi embrio sebuah status S1, atau strata satu gelar akademis pendobrak jaman. (Qn)


Komentar