oleh

Menko Airlangga Senang Harga Jagung Gorontalo Stabil

-Headline-298 Pengunjung

GORONTALO (RGOL.ID) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko) Airlangga Hartarto melakukan panen raya jagung di Desa Dulupi, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, Kamis (30/9).

Luas lahan yang dipanen sebesar 5.521 hektar dari total 329.501 hektar. Panen jagung ini dilakukan dengan menggunakan mesin combine havester.

Airlangga dalam sambutannya saat dialog bersama masyarakat mengatakan, kunjungan ke Gorontalo atas instruksi presiden Joko Widodo, untuk melihat produksi jagung.

Ia menilai sejauh ini pemerintah provinsi Gorontalo sudah berhasil dalam komoditi jagung. “Kami dapat memastikan panen hari ini membuktikan jagung ada dimana-mana, dan ketersediaan jagung dalam negeri dipastikan aman.

Gorontalo kita tidak bisa bandingkan dengan daerah lain, tetapi salah satu sentra jagung ada di Gorontalo,” ungkapnya. Ketua Satgas Covid-19 ini menambahkan, untuk harga jagung di Gorontalo menurutnya sangat baik, yakni antara Rp4.800 ditingkat petani, sampai di Rp5.300.

Sehingga untuk para peternak yang mengaharapkan harga di bawah Rp. 4.500 harusnya tidak ada lagi. “Saya sampaikan bahwa di sini tidak ada di bawah 4.500, karena tidak ada satu petani yang mau menjual di bawah harga 4.500.

Nah ini menjadi catatan bahwa,dengan harga tinggi ini kesejahteraan petani meningkat dan ini yang kita dukung karena pemerintah kan pro kepada pertanian,” tegasnya.

Sementara itu Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dalam sambutannya menyampaikan dukungan dan komitmen Pemerintah Pusat maupun Provinsi Gorontalo dalam pengembangan jagung di Gorontalo sangat baik dan tercapai sesuai apa yang di programkan pemerintah melalui Kementrian Pertanian RI.

“Kalau dengan pak Airlangga ini saya diskusi, beliau tanya ke saya pak gubernur sekarang ini kita lagi kesulitan jagung berapa ton, untuk kebun jagung di Gorontalo.

Saya katakan sekian, pak Airlangga bilang wah saya ragu, saya akan ke Gorontalo langsung, makannya hari ini beliau datang melihat langsung,” tutur Rusli.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian bantuan oleh Menko Perekonomian kepada petani berupa bantuan KUR tani, bantuan benih jagung, bantuan ternak sapi, bantuan alat mesin pertanian, bantuan motor, bantuan asuransi usaha tani, serta bantuan langsung pangan.

Sebelumnya Menko Airlangga melepas ekspor jagung antar pulau dari Gorontalo sebanyak 23.000 ton atau senilai Rp.121,9 miliyar. Pelepasan  ditandai dengan pemecahan kendi oleh Menko Airlangga bersama Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di Pelabuhan Tilamuta, Kabupaten Boalemo.

“Salah satu alasan saya hadir di sini atas instruksi pak presiden untuk melihat panen jagung dan produksi jagung di Gorontalo, saya melihat ekspor jagung, selanjutnya panen raya jagung, ini tentunya sangat membanggakan,” ungkap Menko Airlangga.

Selang bulan september 2021, total produksi jagung mencapai 226.064 ton. Melihat kondisi di lapangan diperkirakan bulan Oktober sampai Desember nanti akan tersedia jagung kurang lebih 641.339 ton.

Pengiriman jagung Gorontalo antar pulau ini dilakukan oleh tiga perusahaan pengirim, yakni PT. Harim tujuan Jakarta sebanyak 6.500 ton, PT. Segar Pangan Sejahtera tujuan Surabaya sebanyak 10.000 ton dan PT. Charoen Pokphand Indonesia tujuan Makassar sebanyak 6.500 ton. (rg-25)


Komentar