oleh

Menyamar Sebagai TNI 2 Curanmor Ini Di Ringkus Polisi

-Hukum & Kriminal-155 Pengunjung

RGOL.com – Polda Metro Jaya mengungkap modus penipuan dengan menyamar sebagai anggota TNI.

Sebanyak 2 pelaku yakni KNP, 37, dan TMN, 37, berhasil diringkus. Mereka kerap beraksi dengan cara berpura-pura membeli sepeda motor, lalu membawa kabur tanpa membayar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, duet penipu tersebut beraksi di kawasan Jatisampurna, Kota Bekasi pada 10 Mei 2019.

KNP bertugas memantau penjualan motor yang berada di aplikasi penjualan barang bekas.

Setelah menemukan target, mereka menyamar sebagai anggota TNI supaya korbannya percaya, dan menghindari kecurigaan.

Tersangka TMN sendiri bertugas menyiapkan seragam TNI untuk KNP beraksi. “KNP mencari target dan mengaku anggota TNI dan TMN berperan menyiapkan seragam TNI,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (28/6).

Setelah menemukan calon korbannya dari aplikasi penjual barang bekas, KNP kemudian meninjau langsung lokasi tempat korban. Dia mempersiapkan skenario untuk membawa kabur motor korbannya.

“Tersangka ini cari tahu dulu jalan sekitar, supaya nanti kalau beraksi dia tahu harus melarikan diri melalui jalan yang mana,” imbuh Argo.

Setelah itu, tersangka pun membuat janji dengan calon korban untuk mengatur lokasi pertemuan. Saat mendatangi korban tersangka sudah mengenakan seragam dinas TNI.

Kemudian KNP meminta korban menyerahkan kunci kendaraan untuk dites hingga akhirnya dibawa kabur.

“Tersangka mau coba motor yang akan dijual, dia lihat pajak mati kapan, surat-surat dan kemudian dia coba membawa jalan dan dia lari,” sambungnya.

Aksi tersangka terhenti setelah pada Juni 2019 diringkus oleh polisi di kediamannya di kawasan Tangerang. Sementara TMN selaku rekan duetnya ditangkap di kediamannya di Lampung.

Kepada polisi, mereka mengaku telah beraksi sebanyak enam kali di kawasan yang berbeda-beda. Diantaranya, Jakarta Barat seperti Cengkareng, Roxy hingga Cileungsi.

Setelah ditelusuri, keduanya diketahui ternyata seorang residivis dengan modus kejahatan yang sama.

“KNP ini residivis modus yang sama dan baru keluar lapas Maret 2019. Yang tersangka TMN residivis penadah curanmor juga tahun 2012,” pungkas Argo.

Sementara itu, untuk seragam TNI yang digunakan tersangka, TMN mengaku membelinya di wilayah Cijantung, Jakarta Timur.

Atas perbutannya kedua pelaku dikenakan pasal 363 KUHP subsider Pasal 362 KUHP dan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.