oleh

Merdekaa.. 1 Koruptor, 2 Narkoba Bebas

data remisi 17 agustus.
data remisi 17 agustus.

Teroris Tak Diampuni

RadarGorontalo.com – Pengajuan remisi merupakan hak narapidana. Tapi tidak untuk narapidana teroris. Dari total 428 narapidana yang dapat remisi, ada 27 orang terpidana khusus. Namun hanya narkoba dan korupsi, sedangkan 2 terpidana teroris tidak diberikan remisi. Dalam remisi 17 Agustus kali ini, 1 napi korupsi dan 2 napi narkoba dinyatakan bebas.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkum dan HAM Gorontalo Nadzif Ulfa, Selasa (16/08) menuturkan, ada beberapat petimbangan, yang bersifat tegas baik dari Negara, Petugas, Kemenkum dan HAM serta Lapas Kelas IIA Gorontalo. “Dua napi ini tidak mendapatkan remisi, dan itu merupakan dari pertimbangan Negara, terhadap dua napi teroris ini,”ujar Ulfa. Dan menurutnya, itu adalah bentuk ketegasan dari negara, bahwa tidak akan pernah memberikan kesempatan bagi teroris.

Senada ditambahkan Drs Sumarwadi Kabid Pemasyarakatan, Pengentasan Anak dan Infokom, Kantor Kemenkum Dan HAM Gorontalo. Bahwa di HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 71 ini, ada 428 napi yang mendapatkan remisi kemerdekaan. Diantaranya, napi terjerat kasus tindak pidana umum dan pidana khusus, seperti korupsi dan narkoba. Pada kategori Remisi Umum (RU) I, napi Lapas Kelas IIA Gorontalo yang mendapatkan remisi sebanyak 261 orang. Lapas Bualemo sebanyak 94 napi dan Pohuwato 30 napi, sehingga totalnya 385 napi.

Sedangkan Remisi Umum (RU) II, hanya 16 napi diantaranya 11 dari Lapas Gorontalo, Lapas Boalemo 3 Napi dan Lapas Pohuwato dua napi, sehingga totalnya 16 napi. “Jumlah keseluruhan napi yang menerima remisi umum I dan II, sebanyak 401 orang,”ungkap Sunarwadi, sembari menyodorkan data miliknya.

Kemudian berkaitan dengan napi tindak pidana khusus, yakni korupsi dan narkoba. Sunarwadi menjelaskan, untuk Lapas Gorontalo ada 16 napi, Lapas Boalemo sebanyak 7 napi dan terahir Lapas Pohuwato 4 napi, dan total semuanya mencapai 27 napi.

Kendati demikian, khusus 27 napi tersebut pada hari peringatan HUT Proklamasi besok (Hari.Ini), tidak langsung menerima remisinya. Karena, masih dalam proses menunggu Surat Keputusan (SK) dari Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM RI. “jadi mereka akan mendapatkan remisi ini setelah HUT Proklamasi, dengan jangka waktu menunggu selama satu bulan.

Dan pada remisi ini, dari tiga Lapas tadi, ada tiga napi pidana khusus yang bebas, diantaranya 1 dari tindak pidana tipikor dari Lapas Gorontalo. Sedangkan dua sisanya, masing-masing napi kasus narkoba dari Lapas Boalemo dan Pohuwato,”tukas Sumarwadi. (rg-62)


Jangan Lewatkan

Komentar