oleh

Meski Lewat SMS, Corat Coret Seragam tetap di lakukan

Ilustrasi : Anwar/RG
Corat coret kelulusan yang berlangsung di SMA Negeri 1 Kota Gorontalo.

GORONTALO (RadarGorontalo.com) – Handphone menjadi barang penting Sabtu pekan kemarin (07/05) bagi siswa peserta Ujian Nasional (UN) tingkat SMA tahun 2016. Nasib mereka, lulus atau tidak baru akan diketahui lewat pesan singkat yang dikirimkan ke masing – masing nomor milik siswa. Metode ini diharapkan bisa meminimalisir aksi corat coret seragam siswa yang merayakan kelulusannya. Sayangnya, itu belum ampuh.

Tradisi corat coret sulit dihilangkan atau dilarang. Menggunakan peralatan apa saja, seragam siswa yang merayakan kelulusan berubah warna warni Sabtu kemarin. Sambil memegang handphone menanti pesan masuk, perayaan dimulai lebih dulu.

Ada yang duduk berdampingan dengan orang tua mereka, serta duduk bersama rekan mereka dan saling bertanya kalau sudah menerima sms atau pesan online dari sekolah. Menariknya, cara pengumuman kelulusan siswa yang dilakukan sekolah dari online dan pesan selular itu, belum bisa mengapus tradisi lama yakni corat coret seragam putih abu-abu.

Dari pantauan awak media ini, di SMA Negeri 1 Kota Gorontalo siswa dan siswi masih melakukan tradisi itu, namun mereka lakukan di dalam halaman sekolah. Sementara sekolah lain seperti SMA Negeri 3 Kota Gorontalo, dari pantauan Radar Gorontalo, terlihat sunyi tak ditemukan siswa yang berkumpul.

Meski demikian, pengumuman melalui online dan pesan seluler ini, bisa dikatakan berhasil. Pasalnya mampu menekan aksi konvoi kendaraan yang sering dilakukan pelajar, ketika usai menerima hasil UN.

Program yang baru dilaksanakan di Provinsi Gorontalo ini, mendapat respon pisitif dari Kadis Dikbudpora Provinsi Gorontalo Dr. Hi, Weny Liputo MM, ketika dihubungi awak media ini melalui seluler. Ia berharap, program tersebut dapat diberlakukan terus-menerus saat momen pengumuman hasil UN, ditahun berikutnya. “Saat ini bukan jamannya lagi corat coret seragam, dan saya berharap program pengumuman hasil UN melalui online dan seluler ini dapat diterapkan selamanya,”terangnya.

Senada ditambahkan Ketua DPRD Kota Gorontalo Ferdiyanto Koniyo, ketika ditemui awak media usia mengadiri proses pengumuman hasil UN anaknya di SMA Negeri 1 Kota Gorontalo. Ia jelaskan, sebagai orang tua siswa bahwa, dengan kemajuan teknologi sekarang ini, ia dan akannya diberi kemudahan dalam hal menerima hasil UN. Bahkan melalui kecanggihan teknologi ini, pihaknya bukan hanya mendapat informasi soal hasil UN anaknya, tapi proses belajar yang diikuti anaknya di sekolah.

“Sistem UN yang menggunakan komputer ini, patut dibanggakan, karena ini baru pertama kali di Gorontalo. Dan ini sangat baik, karena mampu meminimalisir kecurangan yang sering dilakukan siswa saat mengikuti UN. Bahkan meningkatkan tingkat kejujuran siswa,”ujarnya. Tidak hanya itu, UN berbasis komputer ini mampu mempercepat pelaksanaan UN, yang dulunya memerlukan waktu dua hingga tiga jam.

Sekarang hanya membutuhkan waktu satu jam, dengan ditunjangi fasilitas yang siap digunakan siswa, seperti laptop atau komputer milik sekolah. “Kami dalam APBD kami, kita sudah memberikan fasilitas dalam hal penganggaran, harapan kami sistem UN seperti ini dipertahankan, dan cakupannya lebih luas, hingga bisa diterapkan di tingakat SD dan SMP,”tukasnya.(RG-62)


Jangan Lewatkan

Komentar