oleh

Minyak Goreng masih Mahal, pak Penjagub!

RGOL.ID) – Banyak asa atau harapan dari jajaran Deprov, agar program-program yang bersifat kerakyatan dan bermanfaat dalam membantu masyarakat, utamanya dalam hal pemenuhan ekonomi seperti gelaran Pasar Murah NKRI, untuk dilanjutkan di masa transisi kepemimpinan Penjabat Gubernur (Penjagub) Hamka Hendra Noer saat ini.

Terlebih disaat sejumlah kebutuhan pokok, seperti minyak goreng, yang hampir setengah tahun, alias sejak awal tahun 2022 lalu, fluktuatif alias tidak tetap harga-nya.

Bahkan, cenderung tidak mengalami penurunan, meski telah dua pekan Idul Fitri berlalu. Dimana, mayoritas di semua-semua pasar-pasar mingguan dan tradisional, hingga di warung-warung kelontong dan usaha toko masyarakat, belum menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng jenis curah yang banyak beredar di pasaran, yakni Rp 14,000/liter atau 15,500/kilogram, sebagaimana aturan pemerintah.

Dimana, harga seperti minyak goreng curah di Gorontalo, rata-rata masih di kisaran Rp 13 ribu/botol kecil air mineral, yang termurah. Atau Rp 12,500/setengah kilogram dalam kemasan plastik sederhana.

Padahal, sejak di masa kepemimpinan Ketua Komisi II Deprov, Espin Tulie, sebulan lalu, jajaran Komisi yang membidangi urusan Ekonomi dan Keuangan ini, berulang kali mendesak agar eksekutif Pemprov Gorontalo segera memberlakukan HET minyak goreng curah. Agar tidak lagi membebani masyarakat.

Untuk itu, anggota Komisi II Deprov, Yeyen Saptiani Sidiki, saat ditemui disela-sela menghadiri proses adat Moloopu (penerimaan pejabat) Penjagub Gorontalo di rumah jabatan gubernur, Senin (16/5) sore kemarin, mengharapkan, agar program-program seperti pasar murah NKRI ini, dapat dilanjutkan oleh Penjagub Hamka Noer.

“Guna membantu masyarakat, utamanya di kalangan masyarakat ekonomi kurang mampu, dapat memenuhi kebutuhan pokok mereka. Seperti pada pemenuhan minyak goreng tersebut.” harap srikandi partai Golkar ini. (ayi)


Komentar