oleh

Nama Tomini Raya Berubah Jadi Provinsi Gorontalo, Itu Ide Cerdas Nelson

-rgol.id-346 Pengunjung

RGOL.ID. GORONTALO – Jika berbicara lahirnya Provinsi Gorontalo maka tentu tak ada yang bisa membantah, jika tokoh Dewan Pembina Presnas di Silatnas III, Nelson Pomalingo adalah orangnya.

Salah satu tokoh pemuda kala itu, Arifin Djakani mengenang awal mula Gorontalo ini hadir.

Kata Arifin ada dua orang yang tidak bisa lepas dari berdirinya Gorontalo, yakni Nelson Pomalingo dan Roem Kono.

” Jadi kala itu saya masih bersama Roem Kono, maklum kita juga ada dibarisan HPMIG kala itu, masih semangat-semangatnya anak muda. ” Kenang Arifin.

Nah, yang menarik dari pemekaran Gorontalo kala itu adalah nama yang coba digaungkan adalah Tomini Raya.

” Dulu itu gagasan nama adalah provinsi Tomini Raya. Namun itu berubah nama. Dan siapa tokoh yang merubah nama kebanggaan kita menjadi Provinsi Gorontalo. Dia adalag Prof. Nelson Pomalingo. Itu tidak banyak yang tahu, saya saksinya, ” tegas Arifin

Maka saya mungkin bangga dengan nama itu, ketika didiskusikan dengan Roem Kono yang saat itu memang sudah ada dipusat, beliau setuju. ” Maka lahirlah nama Provinsi Gorontalo,” tegas Arifin.

Dan dari beberapa tokoh yang ada. Prof. Nelson_lah kata Arifin yang menyusun semua data- data yang ada. Baik dari sisi populasi, luas daerah, SDM dan SDA bahkan pendapatan perkapita daerah ini, apakah layak atau tidak, itu penyusunannya dilakukan Prof. Nelson.

Artinya, dari tokoh daerah mengusulkan, tokoh Gorontalo dipusat mendukung, dan semua wakil wakil rakyat yang duduk di Sulut dan bahkan semua tokoh sukses dipusat diajak kembali ke kampung halaman, Gorontalo.

Itu dilakukan, karena Gorontalo sudah mau berdiri untuk menjadi provinsi sendiri, yakni Provinsi Gorontalo.

Belum lagi kala itu, langkah ini didukung penuh oleh semua lapisan masyarakat, mahasiswa dan semua tokoh. Maka lahirlah semangat itu.

Namun Point penting yang menariknya yakni perubahan nama itu, dari awal mula Provinsi Tomini Raya, berganti jadi Provinsi Gorontalo. (Qn)


Komentar