oleh

Narkoba dan Bonus Demografi

-Advetorial-400 Pengunjung

Syarat-syarat tersebut, menurut UNFPA ada empat, yaitu: kesehatan yang baik, pendidikan berkualitas, lapangan pekerjaan yang layak, dan kemandirian anak muda.

Menilik keempat syarat tersebut, kita boleh mulai waspada, bonus demografi bisa jadi malah berubah menjadi beban demografi.

Masalahnya, bonus tersebut dibayangi peningkatan prevalensi penyalahgunaan narkotika, psikotropika, prekursor dan bahan adiktif lainnya (Narkoba).

Kelompok umur produktif berubah jadi kontra produktif, tidak berkualitas dan memperlambat, bahkan memundurkan, perekonomian negara.

Dalam catatan Badan Narkotika Nasional (BNN), terjadi peningkatan prevalensi penyalahguna narkoba antara tahun 2017-2019 sebesar 0,03 persen. Hal ini menjadikan narkoba sebagai ancaman terbesar bonus demografi kita.

Untuk itu perlu upaya penyelamatan bersama, khususnya kepada kaum muda (millenial) dari bahaya narkoba.

Cegah mereka dari penyalahgunaan, rehabilitasi yang telanjur menjadi pecandu, dan hukum berat produsen, penyelundup, bandar dan pengedar.

Jika langkah-langkah ini tidak dilaksanakan dengan serius, kita boleh jadi akan menjadi bangsa paling merugi.***


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.