RGOL.ID GORONTALO – Tanpa Rachmat Gobel, Nasdem Gorontalo tidak ada apa apanya. Roem Pagau, Sofyan Puhi, Rustam Akili, Mikson Yapanto, Budi Doku, dan banyak nama lainnya mana mungkin akan bergabung dengan Nasdem, lalu Hamim bisa buat apa.

1 kursi di DPR RI, murni kerja Rachmat Gobel, 6 kursi di Deprov berjat RG efek, demikian pula di beberapa Dekab.

Rusli Habibie sendiri mengakui, tanpa Rachmat Gobel, Nasdem bukan apa apa.

Keberadaan Nasdem di Gorontalo ada 3 fase, pertama ketika masih ormas dan dipimpin Adhan Dambea, dan ketika Nasdem jadi partai, Adhan tak tertarik pimpin Nasdem, dan muncul dokter Makmun Japara, dan Nasdem hanya bisa dapat 1 kursi hanya di Kabupaten Gorontalo.

Sejarah mencatat, ketika Kajagung jatah dari Nasdem, maka di seluruh Indonesia, politisi yang punya masalah hukum berbondong bondong hengkang ke Nasdem, termasuk di Gorontalo, meski begitu, di Gorontalo Nasdem masih belum menggiurkan.

Tetapi ketika Rachmat menjadi penguruh di DPP Nasdem dan maju di DPR RI dari Dapil Gorontalo, maka tokoh-tokoh dari berbagai partai bergabung dengan partai Nasdem, dan harus diakui mereka ini politisi politisi yang sudah sangat matang, dan mereka memang tak dikendalikan oleh Hamim.

Karena bagaimanapun juga datang dari partai besar di Gorontalo, dan mereka pernah menjadi Ketua Partai, Ketua DPR juga Bupati, mantan Wabup, mantan Waki Walikota.

Sofyan Puhi misalnya, dia Ketua DPW PPP, mantan Bupati dan beberapa periode di DPRD, Roem Pagau mantan Ketua Dekab Boalemo, mantan Bupati, dan mantan Ketua DPD II Partai Golkar. Lalu ada Dr. Budi Doku, mantan Aleg DPD RI, Wakil Walikota dan mantan Ketua DPD II Partai Golkar Bonbol.

Sempat bergabung mantan Wabup Kabgor dan mantan Bupati Bonbol, Ismet Mile, juga Almarhum David Bobihoe, Bupati Kabgor dua priode, selain mereka juga ada mantan Ketua DPRD Bonbol Antoni Karim dari Golkar juga Mikson Yapanto, mantan Aleg Deprov dari PBB.

Dengan nama besar yang dimilikinya, Rachmat memang menjadi daya tarik yang luar biasa, tak heran kalau banyak tokoh dari berbagi kalangan yang datang bergabung.

Nah untuk memimpin mereka tentulah harus sosok yang benar benar kuat, sebuah partai baru, yang pengurusnya para tokoh yang datang dari berbagai partai, maka maka pasti akan terjadi gesekan gesekan keras di dalam, dan itu akamiah di dunia politik, dan ini sudah terasa sejak lama.

Makanya ketika Hamim maju di DPR RI dari Sulut, maka sudah sangat tepat kalau Rachmat Gobel untuk sementara menjadi Pandu untuk Nahkodai Nasdem Gorontalo, agar kapal bisa sandar dengan sempurna di pelabuhan.

Langkah RG bisa memperpendek rentang kendali, sebab bayangkan, bagaimana Hamim bisa mengendalikan Nasdem sementara dia sendiri sibuk maju di Pileg dari 6 dapil Sulut, dengan tampilnya Rachmat sebagai Nahkoda Nasdem, maka semua pengurus pasti akan bekerja serius, mereka akan tunduk pada satu perintah dan hanyat Rachmat yang bisa menundukkan mereka.

Seperti diketahui, DPW Nasdem terpaksa minta agar Rachmat Gobel tampil sebagai karateker Ketua DPW Nasdem, karena Hamim harus konsentrasi pada pertarungannya di Sulut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.