oleh

Nelson Rela Tidur di Rumah Warga

RGOL.ID, Gorontalo – Gerakan Masyarakat Nyata Dalam Pembangunan (GEMA NDP) diharapkan bisa memberikan masukan yang sesungguhnya apa yang dibutuhkan masyarakat. Disisi lain, program ini bisa menjadi bahan evaluasi program pembangunan yang sudah jalan.

Apakah benar terlaksana sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan benar benar bermanfaat untuk orang banyak. “Ini wujud kegigihan bupati Nelson Pomalingo, tidak sekedar menerima laporan dari seluruh SKPD terhadap hal yang baik saja.

Bupati ingin mendapat masukan dari masyarakat desa secara langsung, apa yang meniadi kebutuhan sebenarnya. Masukan langsung masyarakat ini sangat berarti bagi program pembangunan kabupaten Gorontalo untuk tahun berikutnya.

Untuk itu bupati Nelson Pomalingo rela tidur di rumah penduduk pada Sabtu hingga Minggu,” ujar juru bicara bupati Kabupaten Gorontalo, Nasir Tongkodu.

Nasir berharap kiranya elit politik bisa melihat program ini secara jernih dan tidak membenturkan program ini dengan kebijakan pemerintah sebelumnya.

Bupati Nelson Pomalingo merupakan birokrat sejati yang pola pikirnya tidak sempit. “Jika kemudian program pemerintah sebelumnya ada yang baik, kenapa harus dihilangkan.

Sesuatu yang sudah baik, itu harus dilanjutkan dan ditingkatkan, sehingga namanya kemajuan pembangunan itu bisa tercapai.

Tapi tentunya dengan inovasi dan kreativitaas yang baru, karena masalah yang dihadapi masyarakat tidak sama, Sehingga perlu ada cara penyelesaian yang berbeda pula,” tukas Nasir Tongkodu.

Jika ada yang mengklaim lalu merasa merasa paling berhak, dan orang lain salah itu bentuk pemikiran yang sempit.

“Saya ingat dulu bagaimana jaman Bupati Achmad Pakaya dan Ismet Mile wakil bupatinya. Program blusakan ke desa-desa setiap sabtu dan minggu dilakukan, dan itu dilanjutkan era bupati David Bobihoe. Bupati Achmad Pakaya saat itu tidak tersinggung, demikian pula di era Nelson Pomalingo.

Jadi mereka mereka ini adalah pemimpin di jamannya yang saling menunjang, maka tercapailah yang namanya pembangunan berkelanjutan,” tegas Nasir. Ia mencontohkan ketika Presiden Jokowi yang sering blusukan.

Jaman presiden Soeharto blusukan itu menjadi rutinitas, berdialog dengan masyarakat desa di pelosok, petani nelayan. Bahkan Soeharto saat berkuasa sering masuk desa tanpa protokoler. Dan itu dilanjutkan presiden berikutnya dengan cara berbeda beda.

“Tapi intinya adalah memberikan pelayanan,” kata Nasir lagi. Untuk Gema NDP berikutnya kata Nasir, rencananya Bupati Nelson Pomalingo dan seluruh SKPD akan melakukan kunjungan ke desa-desa yang ada di Kecamatan Tibawa.

“Pak Nelson berharap segala bentuk keluhan rakyat bisa langsung dilayani oleh SKPD masing-masing. Pak bupati juga nantinya akan berdialog dengan warga, agar bisa mendapatkan masukan yang benar,” tuturnya. (riil)

Komentar