oleh

Nelson – Tomi , Saling Menahan Diri

GORONTALO (RAGORO)—Gerindra sepertinya main halus di 3 daerah pilkada. Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango, dan Pohuwato mereka menggunakan pola berbeda.

Tanpa krasa krusu komunikasi politik face to face berjalan secara senyap. Di Kabupten Gorontalo, calon wakil bupati Tomi Ishak sepertinya makin dekat dengan Nelson Pomalingo.

Walaupun secara fisik keduanya jarang terlihat di ruang public
secara bersama. Tapi sesungguhnya itu yang meniadi komitmen mereka, untuk menahan diri, jarang bertemu, tapi focus bekerja dulu.

Seperti diberitakan lalu, ketika mendaftar di PPP sebagai calon wakil bupati Ada tiga syarat, untuk calon wabup.

1. Komunikasi Cawabup diinternal dengan PPP

2. Intensitas Cawabup berkomunikasi dengan rakyat, yang nantinya akan diukur melalui survey.

3, adalah komunikasi cawabup dengan calon bupati PPP yakni Nelson Pomalingo. Karena paket bupati dan wakil bupati harus cemistri. “Tomi sedang melaksanakan syarat yang diajukan Nelson Pomalingo .

Ia sibuk mengurusi itu, tidak perlu dipertanyakan dan diragukan lagi dukungan partai Gerindra, karena sudah bulat ke Tomi. Soal berjodoh dengan Nelson, saya tidak bisa jawab. Itu harus dijawab PPP dan pak Nelson,” kata Elnino

M Husain Mohi Ketua Gerindra Provinsi Gorontalo. Hanya saja diakui Elnino. Mereka sudah bicara dari hati ke hati dengan PPP khususnya calon bupati.

Yang dibicarakan bukan hanya pilkada Kabupaten Gorontalo, tapi mencakup agenda politik sesudah tahun 2020. “ Secara kepartain tentunya kami harus meyakinkan PPP.

Komitmen dan strategi pilkada 2020, jika nantinya Gerindra dan PPP bisa seiring sejalan. Dan Gerindra sudah terbuka, kini tinggal dari
pihak PPP tentunya akan diputuskan,” terang Elnino.

Sejumlah kalangan menilai. Tomi Ishak, sosok yang pantas. Kader muda yang memilki karakter pemimpin, santun, cerdas. Pasangan Nelson dan Tomi diibaratkan gabungan senior –yunior, bapak dan anak.

Bupatinya kharismatik dan bijaksana, sedangkan wakilnya muda, santun dan cerdas, secara kepemimpinan keduanya dinilai akan saling mengisi.
Namun bukankah Tomi juga mendaftar sebagai calon bupati di partai lain.

“itu betul. Malah diawal pendaftaran sebagai calon bupati. Dipolitik tentunya semuanya bisa terjadi. Tomi kalau bukan wakil bupati, ya calon bupati.

Tentunya kita akan lihat bagaimana alur politik ini akan berjalan. Yang pasti Gerindra serius menatap pilkada 2020. Dipilkada itu menjadi kawan dan lawan itu biasa.

Yang pasti sekalipun kita berbeda, tapi kita tetap berkawan tidak bermusuhan,” kata Elnino lagi. Soal pilgub ? “ diGerindra skemanya sudah ada.

Tinggal dengan partai mana dan siapa. Dan tentu ini ada kaitan dengan
Pilkada 2020,’ ujar Elnino dengan senyum khasnya. (rill/rg)

Komentar