oleh

P4GN Provinsi Gorontalo Rangking 5 Nasional

GORONTALO (RAGORO) – Pucuk pimpinan Badan Narkotika Nasional provinsi (BNNP) Gorontalo resmi berganti, melalui serah terima jabatan yang dilaksanakan Kamis (17/10/2019) di ruang pertemuan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Provinsi Gorontalo serta pewakilan Pegawai BNNP / BNNK.

Pergantian pimpinan di tubuh Badan Narkotika (BNN) Provinsi Gorontalo dilakukan melalui serah terima jabatan, dari pejabat lama Brigjen Pol Oneng Subroto kepada pejabat baru Kombes Pol Suparwoto.

Pejabat lama Brigjen Pol Oneng Subroto mengatakan, selama bertugas kami berhasil membangun sinergitas, koordinasi dan komunikasi yang intens dengan pemerintah daerah, vertikal, kepolisian daerah, lembaga pendidikan serta komponen masyarakat sehingga dalam penilaian terhadap implementasi Rencana Aksi Nasional P4GN Provinsi Gorontalo masuk dalam rangking 5 besar tingkat nasional.

Bahkan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh BNN RI dan Universitas Indonesia, jumlah penyalahgunaan narkoba di Provinsi Gorontalo menurun pada tahun 2017 menjadi 10.244 orang yang sebelumya mencapai 16 ribuan dan menempatkan Provinsi Gorontalo di urutan ke 27 dari 34 provinsi.

Aksi nasional Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba dimana ditujukan kepada seluruh kementrian lembaga dari pusat sampai ke daerah termasuk Pemerintah Daerah tingkat Provinsi, Kabupaten atau kota.

Provinsi Gorontalo menduduki rengking ke Tiga secara skala nasional. Artinya pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo dengan OPD-OPDnya dan juga instansi vertikal yang ada di provinsi, kabupaten atau kota telah melaksanakan aksi nasional program P4GN tersebut.

“2018 dan tahun 2019 ini melebihi dari rata-rata maksimal ini membuktikan Provinsi Gorontalo jauh selangkah dari Provinsi yang lain begitu juga dibidang P4GN.

Penyalahgunaan Narkoba tahun 2017 itu sebanyak 10.244 jiwa dan di tahun ini 2019 meningkat menjadi 10.641 jiwa dari jumlah yang terpapar tersebut. kami dari BNNP baru bisa merehabilitasi sebanyak 1249 jiwa dari total jumlah penduduk Provinsi Gorontalo.

Kalau kita persentasikan baru 10 persen yang bisa kita lakukan rehab. Dan ini menunjukan bahwa narkoba di Provinsi Gorontalo belum turun malah meningkat, dan ini layaknya menjadi acuan nantinya.

Disamping itu juga kami ucapkan terima kasih kepada bapak Gubernur Gorontalo yang telah menghibahkan tanah seluas 9318 m3, untuk nantinya akan dibangun menjadi kantor BNNP” ungkap Jendral bintang satu tersebut.

Dirinya berharap, dibawah kepemimpinan pejabat yang baru, bisa lebih intens lagi untuk menekan angka peredaran narkoba, terutama di kalangan mahasiswa dan pelajar.

Sementara itu, Sekda Darda yang mewakili Gubernur Gorontalo dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada pejabat baru, semoga amanat yang diamanahkan oleh negara dalam melaksanakan program pencegahan dan pemberantasan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dapat terlaksana dengan baik untuk terwujudnya Gorontalo bersih dari narkoba. (TR.07/Ndre)

Komentar