oleh

Pakar Kesehatan : Timbal Pada BBM Jenis Premium Bisa Picu Penyakit Kronis

-Ekonomi-326 Pengunjung

Pencemaran udara tidak lepas dari berbagai banyak faktor, salah satunya adalah sumber emisi bergerak yang berasal dari kendaraan bermotor. Di perkotaan, biasanya sumber emisi bergerak menjadi faktor terbesar dalam penyumbang emisi gas buang yang erat kaitannya pada pencemaran udara.

Kondisi pencemaran itu dapat dipicu oleh banyaknya kendaraan bermotor yang menggunakan BBM mengandung timbal. Jenis BBM yang saat ini masih mengandung timbal dengan konsentrasi tinggi adalah Premium.

Jika BBM Premium digunakan pada kendaraan bermotor, tentunya akan mengeluarkan zat-zat berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia maupun lingkungan.

Perlu diketahui, hanya tinggal 7 negara tersisa di dunia termasuk Indonesia yang masih menggunakan BBM dengan kadar oktan rendah setara RON 88 (Premium).

Tentunya hal ini menjelaskan adanya perhatian dunia untuk menurunkan kadar emisi dalam meningkatkan kualitas lingkungan khususnya menekan polusi udara serta meningkatkan kualitas kesehatan.

Hal tersebut senada dengan yang disampaikan oleh Ketua Prodi Pasca Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Haluoleo, Ramadhan Tosepu.

Dia mengatakan BBM oktan rendah seperti Premium menyebabkan pembakaran mesin tidak sempurna, hasilnya menyebabkan emisi hidrokarbon, karbon monoksida dan nitrogen oksida yang berbahaya untuk kesehatan.

“Dalam jangka panjang akumulasi asap kendaraan yang masuk dapat menyebabkan jantung koroner, hipertensi, menurunnya IQ akibat kemampuan mengikat oksigen dalam darah berkurang,” terangnya.

Ramadhan pun mengajak masyarakat untuk cerdas dalam memilih BBM karena dengan memilih BBM yang berkualitas sesuai spesifikasi kendaraan, masyarakat turut membantu peningkatan kualitas udara yang baik untuk kesehatan.

Di lain kesempatan, Dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat FKIK UIN Alauddin Makasssar, Andi Susilawaty juga mengatakan keberadaan timbal dalam BBM Premium sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan.


Komentar