oleh

Panen Perdana, Program RG untuk Petani Tomat Sukses

-Ekonomi-306 Pengunjung

RGOL-ID.GORONTALO – Panen perdana kelompok petani tomat di Kelurahan Tenilo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo terbilang cukup
sukses. Warna merah segar ribuan tanaman tomat itu mengisyaratkan bahwa kelompok tani ini disiplin dalam mengelola kebun ‘Demplot’
percontohan mereka hasil program Rahmat Gobel yang berkolaborasi dengan PT. Petrokimia Gresik di Gorontalo.

Rustam Akili selaku staf khusus RG mengatakan, program ini akan berkesinambungan sehingga mempunyai nilai value dalam memperhatikan
hingga mendongkrak hasil tanaman holtikultura para petani. ” Jadi ini bukan sekedar gagah-gagahan. Namun terus berkesinambungan dalam
memberikan program bagi para petani lewat peran pak Rahmat Gobel. ” ungkapnya.

Hasil panen perdana tomat program Rahmat Gobel dibagikan ke warga sekitar.

Sehingga nanti, kata Rustam, bukan hanya tanaman tomat yang kita kembangkan. Namun juga tanaman holtikultura lainnya seperti rica atau
cabai. Dan bahkan ada juga jagung kedepannya. ” Lahannya sudah kita siapkan, berikut para kelompok petaninya, di Dutulanaa, Tolotio,
Pulubala, akhir Juni nanti rencananya,” imbuh Rustam yang akan terus berupaya meyakinkan petani dengan hasil yang menjanjikan akan
program RG ini.

Tidak sampai disitu, bahkan proses distribusinya juga akan dipikirkan oleh kita lewat program ini. ” Kita sudah pikirkan itu, jika nanti akan ada
istilah Over Produksi. Karena kita juga memiliki Koperasi diinternal kita, bahkan hari ini kita juga mengundang pihak Bank Indonesia, itu juga
dalam rangka proses tersebut. Kan ada yang namanya saus tomat, maka ini kedepan akan mengarah kesana,” ungkapnya.

Pihak Bank Indonesia sendiri melalui pimpinannya mengatakan, dengan melihat kemajuan ini, perbankan memiliki peran terpanggil untuk
memberikan KUR (Kredit Usaha Rakyat) bagi para petani. Seketika menjanjikan maka mereka akan kita berikan pinjaman modal, agar harapan
pak Rahmat Gobel untuk terus mendorong semangat para petani holtikultura terwujud.

Sementara itu pihak Pemerintah melalui Sekertaris Dinas Pertanian, Vonny Tangahu mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan ini, dimana
program pak Rahmat ini akan sangat membantu petani dikemudian hari. Tentu besar harapan instansi yang dinaunginya, program ini akan terus
sampai pada proses disitribusinya. Sebab beberapa industri rumahan dalam pengolahan saus tomat, beberapa diantaranya sudah terhenti,
akibat kekurangan SDM didalamnya, ” Harapan kita itu, SDM juga dan teknologi menjadi perhatian, agar produksi yang besar, diberengi dengan
hasil akhir yang maksimal,” tukasnya.

Pihak Petrokimia Gresik sebagai pendamping para kelompok tani tomat ini dalam proses prakteknya sangat mengagumi semangat para petani,
sehingga hasil dari panen perdana demplot percontohan tanaman holtikultura jenis tomat ini bisa berjalan maksimal. Hasilnya pun sukses,
dibalik 1/2 Hektar kebun ini, hasil produksinya sangat banyak. (Qn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.