PDIP Mengerucut ke Indra

Diskusi menyamakan visi misi hingga kesiapan Bupati Indra Yasin maju menjadi topik perbincangan antara Bupati dan salah satu petinggi DPP PDIP di Jakarta

RadarGorontalo.com – Indra Yasin kian mengerucut namanya, sebagai bakal calon di Pemilukada Serentak untuk Pilkada kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) 2018, yang penjaringannya tengah dilakukan oleh sejumlah partai politik (parpol) saat ini. Tidak terkecuali di PDIP. Dimana, dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDIP se provinsi Gorontalo disalah satu hotel di Kota Gorontalo, akhir pekan kemarin, parpol penguasa di pemerintahan pusat ini, telah memberi sinyal, bakal menempatkan Indra Yasin, sebagai bakal calon yang akan digusung oleh PDIP bersama koalisi parpol di Pilkada kabupaten paling bungsu di provinsi Gorontalo ini. “Untuk Gorut, calon petahana, bapak Indra Yasin, cukup intens, membangun komunikasi dengan kita di PDIP. Baik di tingkat daerah (provinsi dan kabupaten/kota), hingga di DPP Partai,” demikian, sinyal yang disampaikan Sekertaris DPD PDIP Provinsi Gorontalo, La Ode Haimudin, usai Rakerda PDIP tersebut. “Adapun koalisi parpol yang dibangun oleh PDIP, telah mengerucut, karena laporan dari DPC-nya (DPC PDIP Gorut), sudah ada kesepakatan koalisi lokal PDIP, dengan Partai Demokrat (PD) dan PKS. Dan, bagi DPP, koalisi di tingkat lokal diserahkan pada kreasi partai di daerah, bagi daerah yang perolehan kursi PDIP tidak dapat menggusung pasangan calon sendiri,” sahut Haimudin lagi.

Ditanya, terkait siapa bakal calon wakil bupati (Cawabup) yang akan digusung PDIP dan koalisi parpol-nya di Pilkada GOrut? “Nanti, kesepakatakan koalisi (PDIP-PD-PKS) yang merumuskannya. Tetapi, dari PDIP, ada pak Djafar Ismail (Ketua DPC PDIP Gorut) yang mendaftar untuk cawabup itu nanti,” ulas mantan Wabup Boalemo ini.

WAIT AND SEE

Sementara itu, bagaimana dengan sikap PDIP di Pilkada Walikota (Pilwako) Gorontalo? Menjawab hal ini, Haimudin menjelaskan bahwa saat ini, komposisi-nya masih dalam tahapan penjaringan bakal calon. “Sekarang (posisinya) masih wait and see (menunggu dan melihat). Walaupun sudah ada yang terjaring dan melakukan pendekatan,” ungkap Haimudin.

GENDER DIPERHITUNGKAN

Disisi lain, keterwakilan gender, atau keberadaan kaum perempuan di setiap tingkat struktural kepengurusan partai, dari DPD, DPC, PAC, hingga ditingkat ranting, masih begitu ditaati pemenuhannya, bahkan mungkin sampai pada pengisian kursi-kursi legislatif di Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang, oleh parpol berlambang Banteng Moncong Putih ini. “Struktur partai disetiap tingkatan, diharapkan bisa bersinergi dengan struktur pemerintahan pada setiap level-nya (desa/ranting, hingga provinsi/DPD), demi suksesnya program Nawacita Jokowi-JK,” terang Haimudin.

Tidak hanya disisi kepengurusan, bahkan dalam Rakerda PDIP tersebut, turut disepakati poin-poin pembenahan lainnya. “Seperti terkait KTA-nisasi (Kartu Tanda Anggota). Jadi, walaupun parpol lama yang sesuai Undang Undang, tidak perlu diverifikasi. Namun, bagi PDIP, kebutuhan verifikasi juga adalah kebutuhan partai.” ujar dia lagi. “Sehingga, jika seandainya ada gugatan parpol-parpol baru, agar seluruh parpol (termasuk yang lama) harus diverifikasi, maka PDIP telah siap.” pungkas Wakil Ketua Deprov Gorontalo ini. (rg-28)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.