oleh

Pegelaran Seni dan Budaya PGSD, Dr. Apris : Hidup Tanpa Seni, Bagaikan Sayur Tanpa Garam

-Pendidikan-319 Pengunjung

KAMPUS (RGOL.ID) – Program Studi (Prodi), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Kamis kemarin (29/9/21) melaksanakan
Pagelaran Seni dan Budaya, di gedung serbaguna David Bobihue Akieb.

Kegiatan ini mengangkat tema “Bina Bakat dan Kreativitas untuk Membentuk Pendidik yang Menginspirasi dan Mencerdaskan”, yang dibuka langsung oleh Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan, Dr. Apris Ara Tilome.

Mengawali sambutannya, Dr. Apris menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran rektor dalam kegiatan ini, karena dalam keadaan sakit. “Kita do’akan, semoga pak rektor cepat sembuh dan bisa kembali beraktivitas di kampus,” ungkap Apris.

Mengenai seni, Apris menganalogi bahwa hidup tanpa seni bagaikan sayur tanpa garam. “Mungkin seperti itu bahasanya jikalau hidup ini tanpa seni, seperti raga yang berjalan saja, tanpa ada suasana, alias hambar,” terangnya.

Sesuai informasi, kegiatan ini sudah menjadi bagian dari kurikulum. Hal ini tentunya mendapat apresiasi dari pihak rektorat mengingat perkembangan laporan ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) tentang kegiatan kemahasiswaan masih sangat minim.

“Tidak ada laporan tentang kegiatan-kegiatan yang bisa dilaporkan ke PDDikti. Dan ini kami sudah sampaikan kepada rektor, bahwa harus dibentuk satu wadah untuk kegiatan kemahasiswaan dalam meningkatkan minat dan bakat mahasiswa berprestasi,” papar Apris.

Oleh karena itu, untuk tahun ini, lanjut Apris, pihaknya akan memfokuskan untuk kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. “Kami melihat peminat untuk masuk di PGSD ini cukup besar.

Sehingga kami berharap, PGSD yang memiliki mata kuliah seni, minat dan bakat ini bisa meningkatkan kreativitas mahasiswa,” tukasnya.

“Kami selalu mendapat surat dari perguruan tinggi lain untuk kegiatan seni, tapi dalam bentuk webinar. Mereka meminta para dosen dan mahasiswa untuk mengirimkan videonya, hasil terbaik akan mendapatkan reward,” tambahnya menjelaskan.

Mudah-mudahan dengan adanya pagelaran ini, bakat-bakat seni, baik tari, drama dan lain sebagainya, bisa mewakili UMGO untuk kegiatan-kegiatan serupa di luar kampus.

“Saya kira setiap fakultas di UMGO harus punya ciri masing-masing. Seperti FKIP, ada olahraga dan seninya, sehingga ciri ini akan menambah daya tarik untuk UMGO,” pungkasnya. (rg-63)


Komentar