oleh

Covid 19, Pupuskan Harapan Orang Tua Saksikan Anak di Wisuda

-Pendidikan-305 Pengunjung

Laporan : Sahril Rasid

Sejumlah orang tua mahasiswa, adik kakak, tante dan sanak familie terpaksa tidak masuk ke lokasi wisuda. Tak sedikit orang tua siswa bahkan hanya diluar pagar. Padahal sehari sebelum acara wisudawan orang tua mahasiswa dari luar daerah Gorontalo, sudah berada di Gorontalo.

Mufliha Renaldy Otaya SM

Yang datangpun, bukan hanya kedua orang tua mahasiswa, kakak adik, tante bahkan sanak saudara ikut juga. Dengan harapan, bisa mendampingi putra/putri kebanggaan mereka di wisuda. Tapi apalah daya.

Harapan bisa ‘selvi’, menyiarkan secara live lewat media social,dan menyaksikan tali toga sang anak dipindahkan oleh rector pupus sudah. Kebijakan menerapan protocol kesehatan, akibat akibat covid 19 membuat suasana wisuda dibatasi masuk ruangan.

Padahal, sejak subuh para orang tua ini sudah dandan. Bahkan tidak sedikit sekeluarga sudah menyiapkan pakaian seragam.

Namun demikian, sekalipun wajah wajah terlihat kecewa, tapi itu hanya sementara. Karena ketika mereka melihat sang anak” buah hati” mereka keluar gedung rapi, menggunakan jas, dan salempang almamater, hilang sudah raut kecewa mereka. Terlihat senyum lebar, sambil berpelukan.

‘Alhamdulilah, satu sudah selesai melaksanakan pendidikan. Tugas belum selesai, masih ada yang kakak sebentar lagi akan menyelesaikan ujian skripsi, dan sang adik menyusul,’ ujar Hamzah Otaya- Sri Suwikromo kedua orang tua wisudawan dari Mufliha Renaldy Otaya SM,mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gorontalo.

Hamzah Otaya dan Sri Suwikromo dari Kota Kotamobagu. Ketiga anaknya semuanya kuliah di Gorontalo. Karena sang suami berdarah Gorontalo dan banyak family di daerah ini. Sejak jumat kemarin mereka telah datang,bersama sanak family lainnya.

Kondisi yang sama dialami oleh orang tua,sanak family wisudawan yang hadir saat itu. Seakan ‘kepiluan’ yang sempat melanda karena tidak bisa masuk ruangan, seketika hilang dengan tagisan dan haru.

“Awalnya ada rasa kecewa. Bagi kami orang tua. Menyaksikan sang anak di wisuda merupakan dambaan dari 4-5 tahun lalu.


Komentar