oleh

Pelayanan Publik Kabgor Mengagetkan, Boalemo Memprihatinkan

-Gorontalo-137 Pengunjung

RadarGorontalo.com – Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Gorontalo mengaku kaget dengan hasil penilaian kepatuhan terhadap standar pelayanan dan kompetensi penyelenggara pelayanan publik (Yanlik) yang diraih oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo, dan prihatin dengan hasil perolehan pemerintah Kabupaten Boalemo yang “tagantong patah”.

Asisten Ombudsman Republik Indonesia, Hasrul Eka Putera menjelaskan bahwa Survei Kepatuhan terhadap standar pelayanan dan kompetensi penyelenggara pelayanan publik sudah dilakukan sejak Tahun 2013, namun untuk Provinsi Gorontalo baru dilakukan di Tahun 2015 pada Pemerintah Provinsi Gorontalo, Kota Gorontalo dan Kabupaten Boalemo. Di Tahun 2016 ini Ombudsman Republik Indonesia menambahkan pemerintah Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango sebagai objek survei kepatuhan terhadap standar pelayanan dan kompetensi penyelenggara pelayanan publik.

“Hasilnya sebagai pendatang baru, pemerintah Kabupaten Gorontalo menempatkan diri di posisi ke tujuh puluh empat dari delapan puluh lima kabupaten yang di survei,” Kata Hasrul. Secara keseluruhan, poin atau nilai kepatuhan yang di peroleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo adalah 30, 76 dari skala 1-100, namun meski demikian angka tersebut tidak berhasil menembus zona hijau, bahkan sebaliknya berada di zona merah. Lain halnya dengan pemerintah Kabupaten Boalemo, daerah yang sudah menjalin banyak kerja sama dengan Ombudsman Republik Indonesia ini justru berada di posisi empat dari bawah zona merah dengan perolehan nilai 17,33.

“ Di tahun kemarin, Pemerintah Kabupaten Boalemo berada di posisi ke 62 dari 64 Kabupaten yang disurvei, dengan nilai 15.16, ini mengindikasikan bahwa memang ada peningkatan nilai, namun hal itu masih jauh dari cukup untuk mengangkat posisi Kabupaten Boalemo ke zona hijau karena daerah lain pun berlomba-lomba untuk memperbaiki kualitas kepatuhan mereka,” Kata Hasrul. (RG-25)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.