oleh

Pemilihan Presma dan Wapresma UMGO, Para Calon Diuji Tata Cara Baca Al-Qur’an

-Pendidikan-193 Pengunjung

KAMPUS (RGOL.ID) – Perhelatan pesta Demokrasi Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) tepatnya pemilihan Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2021-2022 telah dimulai.

Dan pada Senin kemarin (2/8), perhelatan ini sudah memasuki tahap ujian baca Al-Qur’an bagi bakal calon Presma dan Wapresma UMGO.

Perlu diketahui, bahwa ujian baca Al-Qur’an merupakan salah satu syarat penting yang harus dimiliki Presma dan Wapresma UMGO. Sebab nantinya mereka akan menjadi panutan oleh seluruh mahasiswa.

UMGO yang merupakan bagian dari amal usaha Muhammadiyah, bukanlah sebuah lembaga pendidikan biasa, melainkan lebih dari itu, UMGO adalah instrument dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar.

Dan sebagai wujud pembentukan karakter instrument dakwah ini, salah satunya harus bisa membaca Al-Qur’an, khususnya bagi mereka pimpinan mahasiswa (BEM).

Iya, Badan Eksekutif Mahasiswa atau yang biasa disebut BEM adalah badan organisasi tertinggi dalam sebuah Universitas, Institut, Politeknik, ataupun Sekolah Tinggi.

Keberadaan BEM disebuah Perguruan Tinggi sangatlah fungsional, baik untuk pihak kampus sendiri ataupun untuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) berserta civitas akademika Perguruan Tinggi tersebut.

Adapun fungsi BEM, pertama fungsi Aspiratif, yakni berperan sebagai penampung dan penyalur aspirasi atau keinginan mahasiswa.

Kedua fungsi Advokasi, jika terdapat mahasiswa yang mempunyai permasalahan kesulitan membayar SPP/ penangguhan, permasalahan akademik, transparansi pendanaan kemahasiswaan dan peran lembaga dalam memperjuangkan hak-hak mahasiswa.

Dan ketiga fungsi Koordinasi, yakni menjadi tempat berkoordinasi dan komunikasi berbagai kepentingan UKM dan jembatan antara aspirasi mahasiswa dengan pihak rektorat.

Itulah pentingnya BEM untuk sebuah perguruan tinggi. Tidak hanya itu saja, BEM juga mengajarkan kepada mahasiswa untuk membangun network antar perguruan tinggi baik wilayah Nasional maupun Organisasi masyarakat seperti yang dilakukan sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di seluruh Indonesia. (rg-63)


Komentar