oleh

Pemimpin Gen-X, Cuma Nelson Yang Paham Arti Millenial

RGOL. ID. GORONTALO- Banyak memang orang mengklaim diri sebagai calon pemimpin yang berpihak pada kaum Millenial. Namun mari kita buktikan, siapa sosok yang paling mengerti keinginan kaum Gen-X itu di Kabupaten Gorontalo.

Generasi Millenial dikenal juga dengan Generasi Y, (Gen-Y) atau generasi Langgas yang umumnya lahir pada awal-awal tahun 1980-an hingga 2000-an. Sementara generasi yang lahir setelah periode itu keatas, para ahli menyebut mereka sebagai generasi X (Gen-X)

Yang menarik, jika pasangan calon lain, berbicara tentang Millenial baru sekadar wacana, retorika dan janji-janji, Nelson Pomalingo, justru sebaliknya sudah membuktikannya.

Sejak awal menjadi Bupati, bahkan jauh sebelum itu, ia sudah memiliki konsep jitu tentang bagaimana menunjukkan komitmen keberpihakan kepada kaum millenial.

Maklum, Nelson adalah mantan Rektor, pernah jadi guru dan dosen yang tentu bersentuhan langsung dengan kaum millenial.

Selain itu, sejak tahun 2012, Nelson aktif sebagai Ketua Koalisi Kependudukan Provinsi Gorontalo. Dengan begitu, berbicara tentang kaum millenial, Nelson Pomalingo nampaknya lebih paham bahkan telah membuktikannya secara konkrit.

Menurut Nelson, keberpihakan kepada kaum Millenial, tidak cukup hanya sekadar wacana, tapi butuh bukti. Millenial itu, bukan semata bicara tentang usia, tapi lebih kepada pikiran (The Mind), pola pikir (Mindset), sikap, perilaku, tindakan, juga gaya hidup (life style). Kaum millenial juga identik dengan konektfitas yang bangga dan bahagia berada dalam komunitasnya.

Masih menurut Deklarator Provinsi Gorontalo ini, generasi millenial adalah kelompok masyarakat yang kritis, kaum muda yang memiliki mimpi, memiliki cita-cita dan bahkan generasi harapan bangsa.

Oleh karena itu, memfasilitasi dan mendorong mereka agar menjadi generasi yang kreatif, inovatif, produktif serta berdaya saing adalah sebuah keniscayaan.

Atas dasar itulah, maka tidak heran, jika dalam masa pemerintahannya di Kab. Gorontalo, Nelson menaruh perhatian dan telah membuktikan keberpihaknnya kepada kaum Millenial. Semangat Nelson membangun arena Road Race di Limboto, adalah salah satu bentuk komitmennya mengakomodir kepentingan kaum millenial.

Bagi Nelson, dari pada anak-anak muda balapan liar di jalanan yang terkadang dikeluhkan masyarakat, harus diberi ruang dan disediakan arena yang menjadi wahana bagi mereka untuk berkompetisi dan mengasah sportifitas mereka, sekaligus memupuk tradisi berprestasi di kalangan anak muda.

Selain itu, keberadaan arena road race akan mendorong lahirnya komunitas-komunitas baru pecinta olahraga otomotif yang tidak tertutup kemungkinan akan mengorbitkan atlit-atlit berbakat dan berprestasi yang menjadi kebanggaan daerah.

Nelson sudah membuka diri, memberi ruang dan merespon positif dengan keberadaan berbagai komunitas-komunitas anak muda yang mengatakan generasi millenial.

Mulai dari komunitas pencinta motor Vespa, komunitas bikers, komunitas pencinta lingkungan hidup, komunitas musisi dan Seniman, komunitas bentor, hingga Komunitas komunitas lainnya di Kabupaten Gorontalo.

Bagi Nelson, menyelami semangat kaum millenial, tidak hanya disentuh dari aspek kebijakan, tapi hati dan pikiran mereka harus didengar, diresapi dan diberikan muatan-muatan pemikiran yang konstruktif.

Keberpihakan kepada kaum Millenial juga tidak harus menunggu jadi Bupati, tapi saat belum menjadi apa-apa sekalipun, komitmen itu harus dimanifestasikan secara konkrit, dan itu hanya ada pada Sang Profesor Nelson Pomalingo. (Qn)

Bersama bikers Nelson diundang untuk keliling Gorontalo

Komentar