RGOL.ID – Sejak era Fadel Muhammad sampai Rusli Habibie, nasib BMUD pilik Pemprov seperti kata pepatah, hidup enggan mati tak mau. Tetapi Penjagub nekat menghudupkan kembali BUMD, nampaknya itu sebuah keharusan agar kerja sama ekonomi dengan negara luar bisa jalan.

Sekarang ini Hendra sudah melakukan bersih bersih di tubuh BUMD yang kemudian akan dicari orang orang profresional untuk memenejnya. “BUMD ini harus benar steril dari bau politik, makanya akan kita cara orang orang yang profesional supaya BUMD ini bisa berkembang dengan bagus.

Diam diam, rupanya penjagub sudah ada rencana kerja investasi dengan pengusaha Malaysia, selain itu juga dengan adanya kerja sama dengan Jepang.

Selain itu Hamka juga mulai fokus pada pertanian dan perikanan, untuk pertanian ini kali pertama Pemprov mengalirkan dana DID sebesar Rp. 50 M dan itu digunakan untuk bantuan alat pertania dan nelayan.

Selama kurang lebih 6 bulan ini, Hamka terus mempelajari apa masalah di lapangan dan bagaimana meningkatkan ekonomi para petani dan nelayan. Kuncinya semua program harus tepat sasaran, bantuan harus benar sampai pada petani dan nelayan.

Dia mencontohkan soal bantuan sapi, karena yang menerima bukanlah petani sejati maka sapi itu kemudian dijual. Begitu juga dengan nelayan, Penjagub akan memberikan bantuan kepada yang benar benar nelayan, nanti akan dipikirkan memberikan bantuan perahu pada nelayan nelayan kecil agar mereka punya perahu sendiri.

Apa yang dikatakan Penjagub itu benar, karena selama ini memang ada bantuan Kapal untuk kelompok nelayan, namun ini tidak bisa dinikmati oleh nelayan, karena mereka tudak punya dana untuk membiayai oprasional dari kapal tersebut, makanya harus ada pemilik modal di bekakang mereka.

Jadi sangat tepat kalau Penjagub memberikan bantuan perahu pada nelayan kecil untuk menangkap ikan Tuna. Sepertinya program ini akan sukses juga tidak lewat jalur jalur politik.

Sementara itu ditanya soal angka kemiskinan, Hamka mengatakan, penurunannya sangat kecil sekali, tetapi Insya Allah pada tahun ini angka kemuskinan bisa ditekan lagi.

Lalu bagaimana dengan stunting, soal ini Hamka sedikit legah, meskipun angka penurunannya cukup tinggi, karna target yang diberikan pemerintah pusat 30 persen namun Gorontalo sampai 4 persen, dari 30 persen turun menjadi 24 persen. (LaAwal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.