Pemprov WTP Lagi, Sudah Empat Kali

Penyerahan LHKP Pemerintah Provinsi Gorontalo tahun 2016, dari Audiotor Utama Keuangan Negara BPK RI, kepada Gubernur Gorontalo, kemarin. Dimana Pemprov Gorontalo mendapatkan penilaian opini WTP untuk keempat kalinya

RadarGorontalo.com – Auditor Utama Keuangan Negara Wilayah VI BPK RI, Sjafrudin Mosii, menegaskan tidak ada praktek jual beli WTP dalam proses penilaian terhadap laporan keuangan daerah yang dilakukan BPK RI khususnya di Provinsi Gorontalo. Sjafrudin mengungkapkan bahwa selama ini penilaian BPK berdasarkan fakta yang ada. “Tidak ada itu jual beli WTP, dan itu tidak mungkin terjadi karena itu merupakan sistem kendali antara BPK Pusat dengan daerah itu sangat ketat, sehingga tidak mungkin ada permainan.

Itu bukan jual beli, tapi kemungkinan bahwa mereka yang sudah mendapatkan WTP itu memberikan ucapan terimakasih dalam bentuk materi, dan itu yang melakukan oknum, bukan BPK,” tegas Sjafrudin ditemui usai Rapat Paripurna Istimewa DPRD PRovinsi Gorontalo, dalam rangka penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo Tahun 2016, oleh BPK RI, kemarin.

Untuk Pemprov sendiri, Sjafrudin mengucapkan selamat atas diraihnya opini WTP yang ke empat kalinya, oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo, dimasa kepemimpinan Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim. Namun Sjafrudin menyesalkan bahwa tahun kemarin Provinsi Gorontalo merupakan provinsi pertama yang mseratus persen WTP, namun ditahun ini ada dua pemda yang turun dan hanya mendapatkan opini WDP.

Dikatakan, BPK RI telah memeriksa neraca Pemerintah Provinsi Gorontalo per 31 Desember 2016, baik laporan realisasi anggaran, laporan perubahan saldo anggaran lebih, laporan arus kas, laporan operasional, laporan perubahan ekuiditas dan catatan atas laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dimana atas laporan keuangan Pemprov Gorontalo, BPK RI memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Namun dalam pemberian opini ini ada, sedikit penekanan dari BPK Ri terutama terkait dengan penyerahan aset sehubungan dengan dilimpahkannya sekolah SLTA dari kabupaten/kota kepada Pemprov. “Saya minta ibu Sekda untuk segera melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota, agar penyelesaian penyerahan aset aset dari sekolah sekolah ini segera dapat selesai,” kata Sjafrudin.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengungkapkan terimakasih kepada BPK RI, pihak Legislatif serta SKPD yang telah bersama sama membantu dalam penyusunan laporan keuangan tahun 2016, sehingga bisa mendapatkan opini WTP. Gubernur mengatakan bahwa pemerintah akan segera menindaklanjuti rekomendasi dari BPK RI, terutama terkait penyelesaian TGR.

“Saya sudah membuat kriteria terhadap teman teman pejabat dilingkungan pemprov, bahwa untuk bisa menduduki jabatannya nanti, maka mereka harus bebas dri TGR. Begitu juga dengan tema teman dari FPG yang ada di Deprov, saya selaku ketua DPD I Partai Golkar, menegaskan bahwa mereka yang belum menyelesaikan TGRnya, maka tidak bisa lagi ikut mencalonkan diri untuk menjadi wakil rakta. Mari kita berikan contoh yang baik demi menegakkan aturan,” tegasnya.

Rusli mengatakan Pemprov terus berkomitmen untuk memprioritaskan peningkatan kapasitas SDM aparatur pengelola keuangan demi suksesnya penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, dengan melakukan berbagai pelatihan dan diklat, serta terus berkoordinasi dengan BPK RI Perwakilan Gorontalo.

“Saya memberikan penghargaan yang setinggi tingginya kepada BPK RI, BPKP dan Kemendagri, yang senantiasa membantu pengembangan peningkatan SDM pemerintah provinsi Gorontalo, khususnya kepada BPKP RI yang hampir setiap saat siap melayani pertanyaan kami jika ada hal hal yang tidak kami paham. Selain itu juga saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu pencapaian opini WTP, khususnya kepada legislatif dan juga seluruh aparat dilingkungan Pemprov Gorontalo, yang sudah bekerja dengan baik,” pungkasnya. (RG-25)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.