oleh

Pengangkatan Tenaga Kontrak Tak Usah Terlalu Diributkan

-rgol.id-913 Pengunjung

RGOL.ID.GORONTALO – Pengangkatan tenaga kontrak tahap III yang kemarin menuai polemik hingga RDP di DPRD.

Oleh sebagian mantan aktivis dianggap hal itu tidak perlu terlalu diributkan. Apalagi hingga memunculkan isu agar Bupati membatalkan SK yang sudah ada.

Fanly Katili misalnya, tokoh pemuda ini mempunyai pandangan bahwa yang terjadi disaat hal ini berpolemik hanyalah karena ada dugaan kepentingan.

” Saya hanya menduga saja. Jangan sampai disini ada kepentingan masing-masing individu. Boleh Jadi karena kepentingan itu tidak tersalurkan maka muncullah stetmen yang berujung pada hearing atau RDP kemarin di DPR,” tukasnya.

Pertanyannya kemudian adalah, kalau kepentingan itu tersalurkan. Apakah yang bersangkutan masih akan pula melakukan sebaliknya, juga tetap memperjuangkan mereka yang tidak terakomodir.

Disisi lain kata Fanly, kuota juga terbatas. Yang masuk cukup banyak maka tentu terbatas saja yang akan diterima. Pastinya tidak bisa semua.

Yang paling fatal, ketika Bupati didorong untuk membatalkan karena sesuai Pasal 96 ayat 1 PP/49/2018 yang dilarang lagi mengangkat pegawai non PNS dan/atau non PPPK.

Jika bersandar dari situ maka sejak 2018, seluruh tenaga kontrak harus dibatalkan.

” Nah, disisi ini bagaimana kita semua menyikapinya. Kalau itu bersandar dari PP itu, hitung saja ada ribuan orang yang harus kehilangan pekerjaan.” Kata Fanly

” Bayangkan saja dari 2018 sampai 2021 ini sudah berapa orang kontrak yang ada dilingkungan Pemda Kabupaten Gorontalo,” tambah Fanly.

Dengan demikian, maka hal demikian tidak perlu kita polemikkan. Ada dua sisi yang berbeda yang harus dipertimbangkan, namun pula harus diambil kebijakan salah satunya.

” Kita harus pertimbangkan itu semua. Jangan hanya karena pengaruh kepentingan maka ini semua kita jadikan isu untuk mengkritik pemerintah, mari kita berpikir lagi, ” tutup Fanly. (Qn)


Komentar