oleh

Penjelasan Tersangka GORR, Bikin ‘Merinding’

-Headline, Kriminal-7.535 Pengunjung

“ Ironisnya kenapa hanya saya yang dimintau pertanggung jawaban,,” tanya Asri lagi. Soal dokumen kepemilikan. Asri mengatakan ia tidak memiliki keahlian dan kewenangan menyatakan sah atau tidaknya dokumen kepemilikan (SPPF).

Pada tahapan pencairan dana pembayaran ganti kerugian berdasarkan validasi dari ketua pelaksana pengadan tanah Ir Gabril Triwibawa, yang berisi nama nama penerima, alamat, lokasi bidang tanah yang akan dibayar dan bentuk ganti rugi validasi tersebut ditujukan kepada sekretaris daerah Prof DR Hj Winarni Monoarfa yang di disposisi ke asisten pemerintahan Anis Naki, asisten Administrasi Umum Nurlan Darise dan diteruskan ke Biro Pemerintahan.

Dan dibiro pemerintahan PPTK yang bertanggung jawab untuk kegiatan pembebasan lahan GORR tahun 2014 adalah Ibrahim Utiarahman.

Tahun 2015-2016 Sri Wahyuni Daeng Matona, akan melakukan proses penagihan dan pembayaran. Pembayaran dilakukan secara non tunai, yaitu melalui rekening bank BRI masing masing pemilik lahan.

“ Batas waktu diberikan sejak validasi sampai ke rekening pemilik lahan adalah 7 Hari,” kata Asri banteng lagi. Ia dengan tegas mengatakan. Jika memang kejaksaan menegakan keadilan. Maka semua harus bertanggung jawab.

Termasuk Prof Winarni Monoarfa. Karena telah melakukan pembayaran ganti kerugian kepada para pemilik lahan disaat saya melaksanakan ibadah haji dan pendidikan Lemhanas. Ia juga menyebut Drs Anis Naki yang menjadi PLH kepala Biro pemerintahan selama 6 bulan.

Saat dirinya mengikuti pendidikan Lemhanas. “ Dihadapan saya dan penyidik beliau menyatakan tidak tahu menahu tentang GORR. ‘ Ya allah.

Apa bapak Anis Naki sudah pikun, sudah amnesia sehingga beliau menyatakan tidak tahu menahu tentang GORR. Padahal beliau sebagai asisten pemerintahan yang juga sebagai ketua tim pendukung pengadaan tanah untuk pembangunan ruas jalan GORR. Ketua Tim Kajian Keberatan Lokasi rencana. (rg-20)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.