terlihat pelajar yang lebih memilih bentor sebagai angkutan saat pergi/pulang sekolah (Foto : Youdi/RG)
Terlihat pelajar yang lebih memilih bentor sebagai angkutan saat pergi/pulang sekolah (Foto : Youdi/RG)

RadarGorontalo.com – Peraturan Daerah (Perda) mengenai becak motor (bentor) di provinsi Gorontalo, diminta oleh sejumlah pihak, untuk perlu dilakukan evaluasinya. Mengingat, dalam perkembangannya, kerap tidak sesuai lagi dengan aturan yang diperkenankan. Seperti pada jenis warna bentor, yang diatur berdasarkan warna tertentu, yang menandakan bentor tersebut, berasal dari kabupaten/kota tertentu di provinnsi Gorontalo.

“Saat ini, terkait jenis dari warna bentor yang menandakan dari kabupaten/kota tertentu, sudah tidak bisa kita kenali lagi. Olehnya, mohon untuk sekiranya Perda Bentor ini, kembali di evaluasi,” ungkap sejumlah pihak yang hadir pada rapat kerja dan evaluasi yang digelar jajaran Badan Legislasi (Banleg) Deprov Gorontalo,

bersama instansi terkait, menyangkut cikal bakal penyusunan perda-perda pada Program Legislasi Daerah (Prolegda) provinsi Gorontalo, untuk tahun 2017 mendatang.

Selain itu, hal lainnya yang terkait evaluasi Perda Bentor, menyangkut aturan atau produk payung hukum diatasnya. Dimana, terkait keberadaan bentor di provinsi Gorontalo ini, sebenarnya tidak diinginkan oleh pemerintah pusat. Karena prototipe-nya, tidak mengakomodir keselamatan penumpang. Namun disisi lain, sejumlah pihak berpandangan, bentor sudah menjadi bagian sosial dan kenderaan khas di provinsi Gorontalo, yang salah satu kegunaannya bisa dimanfaatkan sebagai sarana transportasi mendesak. Seperti menolong orang sakit atau ibu melahirkan untuk diantarkan ke rumah sakit, di waktu tengah malam, dan sebagainya.

“Olehnya, terkait Perda Bentor ini, masih akan kita tindaklanjuti dan evaluasi secara khusus, dengan melibatkan instansi dan mitra kerja terkait, serta pihak-pihak berkompeten lainnya, seperti dari aparat kepolisian, tokoh masyarakat dan sebagainya.” ungkap Ketua Banleg Deprov, Rusliyanto Monoarfa. “Selain dampak sosial, kita akan bahas pula, termasuk izin produksinya. Sebab, bentor yang berasal dari provinsi Gorontalo, sudah di ekspor di daerah-daerah, provinsi tetangga lainnya, seperti di mayoritas provinsi di Pulau Sulawesi ini,” tukas Rusliyanto. (ay1/RG)

1 Comment

  1. harusnya jg yg di Evaluasi adalah tarifnya . dibagi perwilayah . Alangkah baiknya tak melebihi tarif angkot .. mengingat para pengemudi seenaknya menaikan tarif tidak sesuai logika . SETIAP BENTOR harus punya STIKER ASOSIASI PENGEMUDI BENTOR dan ada NOMOR KODENYA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.