oleh

Perindag Ambil Alih Pasar Modern. Bakal Penunjukan Langsung ?

-Ekonomi-838 Pengunjung

KABGOR – Proses kelanjutan pembangunan pasar modern Shoping Center Limboto bakal dilanjutkan dengan metode lain.
Metode lain itu kemungkinan akan ada penunjukan langsung.

Bahkan proses itu pun sudah tidak lagi berada di ULP namun diserahkan ke pengguna anggaran Dinas Perindag (Perindustrian Perdagangan) Kabupaten Gorontalo.

Ditemui diruang kerjanya, Kadis Perindag Gusti Tomayahu didampingi Sekretaris dinas Sri Maymun Laya menjelaskan, Perindag kini sudah menerima laporan tindak lanjut soal proses hasil tender pasar moderen.

” Yang pertama gagal dan yang kedua lagi gagal karena ada sanggahan.
Dari situ ULP atau Pokja membuat laporan ke PA atau pengguna anggaran dan PPK.” Ujarnya.

Selebihnya kata Gusti, tindak lanjutnya akan ada 3 proses, yang pertama tender kembali, yang berikut penunjukan langsung dan yang ketiga penghentian proses.

” Nah dari ketiga ini, kalau melihat pasar moderen ini, dari hasil review MK waktu tinggal 360 hari atau satu tahun. Sehingga itu ada kemungkinan ditunjuk. Kalau melihat prosesnya,” ujarnya.

Dari Perindag sendiri akan disesuaikan dengan proses yang ada, bersama sama APH (Aparat Penegak Hukum). Karena khusus progres PEN ini kita didampingi langsung oleh APH, sehingga apapun Keputusan yang diambil itu merupakan keputusan sama sama APH.

” Jadi kita tunggu prosesnya.
Tentunya Perindag dalam penunjukan langsung itu disesuaikan dengan kemampuan dasar, dan harus melalui persyaratan.” Ujarnya lagi.

Jadi ada kriteria pada proses pemilihan itu. Hasil evaluasi, ULP akan serahkan kekita, perindag tidak akan memilih sendiri melibatkan APH, tenaga teknis, MK.

” Jadi yang dipilih nanti adalah hasil dari pilihan semua, memenuhi syarat dari segi materi, administrasi dan kemudian waktu, itu semua harus disanggupi.” Paparnya.

Kemampuan dasarnya apa. Jadi sebelum penentuan ada klarifikasi penyedia pula dilokasi, punya uang tidak, dia mampu tidak.

” Artinya perindag tidak mau ini asal jadi. Sebab ini adalah Mega proyek dengan banderol Rp 60 milyar lebih.
Dalam waktu dekat ini akan dibahas,” tutup Kadis. (RG.53)


Komentar